Ulama Banten Minta Masyarakat tidak Suudzon Terkait Pembatalan Haji
CYBER88 | Lebak -- Terkait pembatalan haji 1442 Hijriah karena masalah utang pemondokan asrama dan catering, KH Hasan Basri yang merupakan salah satu Ulama di Kabupaten Lebak, Banten, meminta, masyarakat tidak termakan berita bohong atau hoaks.
"Kita percayakan pembatalan haji itu ke ahlinya yang mengurus jamaah haji yakni Kementerian Agama," kata KH Hasan Basri dilansir dari Antara, Minggu (13/6/2021).
Masyarakat tidak boleh berburuk sangka (suudzon) terkait pembatalan haji. Apalagi sampai menyebarkan kabar bohong atau hoaks pembatalan haji karena utang pemondokan asrama dan katering.
"Kabar itu tidak benar, karena sudah disampaikan oleh Menteri Agama juga Ketua Komisi VIII DPR Yandri pembatalan haji tidak ada utang pada Pemerintah Arab Saudi," ucap Hasan.
Pembatalan haji itu, kata dia, kemungkinan atas dasar pertimbangan keselamatan jamaah di tengah pandemi virus corona yang masih melanda dunia. Bahkan, virus corona telah banyak memakan korban jiwa.
"Kami minta warga tak mudah menerima hoaks dan percayakan pembatalan haji kepada lembaga yang membidanginya," tambah dia.
Menurut Hasan, pembatalan haji bisa dilakukan jika mengancam keselamatan jemaah, seperti pandemi Covid-19. Dalam Al Quran bahwa syarat haji, selain mampu ekonomi juga perlu terjamin keamanan untuk keselamatan jamaah. Jika pelaksanaan haji tersebut tidak aman tentu harus dibatalkan.
"Sekarang ini pandemi Covid-19 yang menjadikan dasar pertimbangan pembatalan haji," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Banten itu.***


Komentar Via Facebook :