Stigma!!! Satu Keluarga di Bandung yang Lagi Isoman Diusir Warga dan Dimaki-maki

Stigma!!! Satu Keluarga di Bandung yang Lagi Isoman Diusir Warga dan Dimaki-maki

CYBER88 | Bandung -- Stigma pada penyakit Covid-19 dan penderitanya membuat situasi makin tak menentu. Tidak jarang ada yang kemudian menyembunyikan kondisi kesehatannya. Sehingga menghalangi pihak tenaga kesehatan untuk menaganinya secara cepat.

Keberadaan stigma ini mengakibatkan munculnya perilaku diskriminatif, seperti: pengusiran atau pengucilan di masyarakat kepada penderita Covid-19 ataupun tenaga kesehatan.

Seperti terjadi di Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Satu keluarga yang tengah isolasi mandiri di rumah karena terpapar Covid-19 mendapat perlakuan tidak mengenakan dari warga sekitarnya.

Mereka malah dicaci maki dan diusir oleh warga sekitar. Bahkan warga menyebut keluarga yang sedang isoman itu telah mengotori wilayah sebagai orang sakit.

Cerita ini viral di media sosial setelah diunggah Rafasha melalui akun twitternya @Serpentine6666. Rafasha, ibunya dan kekasihnya dinyatakan positif Covid-19 dan diminta isolasi mandiri di rumah oleh rumah sakit.

"Gw ga bertujuan untuk bawa2 ini kesini sebenernya tapi tolong siapapun yg punya saran bantuin gw...

Gw, ibu gw dan pacar gw positif covid19 dan isman di rumah atas suruhan rumah sakit. Tapi kami udah abis2an banget diusir, dicaci maki sama warga dan lurah/rt sini. Udah bingung–," cuit @Serpentine6666, Rabu 23 Juni 2021.

"Ibu gw ditunjuk2, dibilang ngeyel DAN MENGOTORI WILAYAH SINI SBG ORG SAKIT. FYI kami gapernah sama sekali keluar dr rmh, buka jendela atau buka pintu pun GAK PERNAH. Tolong plis gw gemetaran bgt karna dikonfron rame2 ditunjuk2 dimaki2," Demikian sambungnya cuitannya.

Warga Kelurahan Gumuruh ini kebingungan harus seperti apa karena ketakutan dengan amarah warga.

Akibat dimaki-maki oleh warga ia merasa trauma dan bahkan saat ia mencuit twitternya masih shock dan gemetaran.

Padahal ia selama isolasi mandiri tidak pernah ke luar rumah dan melakukan isolasi di tiga ruangan berbeda yakni Rafasha, ibunya, dan pacarnya.

"Maki2nya karna aku lg gemeteran dan marah. Trus aku nangis dan masuk kedalem, stlh masuk ke dlm aku baru bawa hp dan keluar. Kalo gapercaya gapapa, toh disini juga aku bakal membahayakan diri aku sendiri kalau bikin fitnah atau pernyataan yang dibuat2," tuturnya.

"Satgas nya ngasih tau aku prosedur isoman dan lain lain, dan emg menyarankan kami semua isoman di rumah. Bawain obat jg. Tapi warga dan rt sini yang maki2 aku dan ngusir aku. Satgas nya udah kebingungan jg mau gimana sama kaya aku," ungkapnya.***

Komentar Via Facebook :