Monitoring Covid-19 di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Garut
CYBER88 | Garut - Untuk mengantisipai terjadinya outbreak atau lonjakan penderita pasien Covid-19 setelah liburan Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemerintah Kecamatan Malangbong melaksanakan monitoring penyebaran Covid-19 yang dilaksanakan di kampung Sawah lega desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kamis. (24/06/2021).
Terkait adanya masyarakat Desa Barudua yang meninggal dunia di RS Tasik dengan indisial AR umur 46 Tahun sebelumnya memiliki penyakit bawaan komplikasi namun setelah diperiksa oleh tim medis di Puskesmas Malangbong hasilnya ternyata AR positif terpapar Covid-19.

Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka untuk dilaksanakan pemakaman secara dengan Prokes yang sangat ketat serta tertutup untuk umum, Hanya petugas dari Puskesmas, keluarga dan aparat terkait yang bisa menyaksikan prosesi pemakaman.
Untuk kasus meninggalnya Alm AR yang sebelum meninggal dunia, adalah pekerja kuli kasar/Bangunan di Jakarta namun AR mempunyai keahlian khusus yaitu memijat.
Setelah siangnya lepas kerja bangunan malam harinya AR keliling ke tempat-tempat disekitar kontrakanya untuk mencari pasien yang ingin dipijat dan siap melayani panggilan dengan hasil lumayan untuk menambah penghasilan.
Kemungkinan dari aktifitas tambahan inilah AR yang bersentuhan langsung dengan penderita Covid-19 dengan mengabaikan Prokes dalam melakukan kegiatan tambahanya .
Kemudian penyakit menular seperti Virus Covid-19 tanpa di sadari AR masuk ke organ tubuhnya lalu dibawa mudik ke Kampung Sawahlega Desa Barudua Kecamatan Malangbong. Sehingga menjadi bertambah berat penyakit yang di derita AR.
Atas kesepakatan Keluarga AR untuk dibawa berobat ke Puskesmas namun kondisi AR malah tambah menurun sehingga dan akhirnya meninggal dunia di Puskesmas Malangbong.
Kejadian ini bukan pertama kalinya dialami oleh warga Desa Barudua karena pada bulan Maret lalu dikampung Bakom Desa Barudua Kecamatan Malangbong pernah ada warga yang berinisial TUT Usia 25 Tahun Positif Covid-19 setelah diperiksa di Puskesmas Malangbong.
TUTY dirujuk untuk Isolasi di RS Slamet selama dua Minggu, Setelah tahapan isolasi dilakukan TUT kembali ke Rumah lalu isolasi mendiri bersama keluarga sampai kesehatannya membaik.
Terkait hal diatas dalam situasi tidak menentu sekarang ini terkait penyebaran Covid-19 di Desa Barudua Kecamatan Malangbong perlu penanganan khusus terutama keluarga korban Covid-19 oleh pihak terkait perlu adanya pengawasan terutama dalam acara berkerumun orang banyak.
Ada kabar yang berkembang di masyarakat desa Barudua dalam waktu dekat Yayasan SMA BIP Barudua akan mengadakan perpisahan kelas 12 dengan mengadakan pacara adat di GOR desa Barudua.
Tidak menutup kemungkinan ada siswa yang berdomisili Desa Barudua, Desa Cinagara, Desa Cikarag dan Desa Karangmulya yang takutnya ada yang terpapar virus Cobid-19.
Tahun kemarin sebelum Covid semua Sekolah boleh merayakan, namun melihat situasi sekarang mohon untuk menahan diri dengan pertimbangan ada yang Positif dan terpapar meninggal Covid-19.
Sementara monitoring penyebaran Covid-19 di Desa Barudua belum ditangani dan belum selesai maka semua warga untuk menahan diri dalam melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga.
Dengan adanya penyebaran Virus Covid-19 secara tiba-tiba dan menyerang terhadap manusia khususnya dilingkungan Desa Barudua Kec Malangbong, menjadi sorotan semua pihak terkait kalaupun tahapan Prokes sudah dilaksanakan namun faktor sosial perlu kesadaran masyarakat khususnya desa Barudua Kecamatan Malangbong. (Abah Garut).


Komentar Via Facebook :