Seorang Warga Batu Teritip Tewas Diterkam Binatang Buas

Seorang Warga Batu Teritip Tewas Diterkam Binatang Buas

Ilustrasi Internet

CYBER88 | Dumai - Seorang warga Batu Teritip dikabarkan tewas akibat diterkam dan dimangsa binatang buas. Rabu, (30/06/21).

Kejadian mengerikan ini bisa jadi akibat habitat binatang buas seperti harimau telah diporak porandakan oleh manusia yang tidak bertanggungjawab. 

Sehingga akibat konflik antara manusia dengan binatang buas (harimau) ini menyebabkan kematian bagi warga Jalan Lintas PU RT 01 Kelurahan Baru Teritip Kecamatan Sungai Sembilan bernama Samino (53).

Dimana sesuai informasi yang berhasil di peroleh CYBER88 dari warga menyebutkan bahwa Samino yang merupakan warga Jalan Lintas PU RT 01 Kelurahan Batu Teritip Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai itu ditemukan oleh warga pada hari Selasa (29/06/2921) kemarin sudah tidak bernyawa,dengan kondisi tubuh menurut sumber telah tercabik-cabik.

Tengkorak kepala korban pecah dan benaknya (otak) tidak ditemukan lagi. Tangan kanan dan kaki kanannya putus. Sedangkan tangan kiri dan kaki kiri belum ditemukan. Pada bagian tubuh korban terdapat banyak bekas cakaran maupun gigitan. Celana training yang dipakai korban juga tampak robek-robek.

Sesuai informasi yang diperoleh dari lapangan, bahwa korban Samino berangkat bekerja untuk menyemprot kebun Osnes Sitorus pada, Jumat (25/06/21) pekan lalu.

Korban kabarnya berangkat menggunakan sampan. Selang tidak begitu lama menantunya bernama Bambang menyusul menggunakan motor.

Kemudian mereka kabarnya bertemu di kebun Osnes sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah itu menantu korban pulang ke rumah sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam perjalanan pulang, Bambang mengaku bertemu hewan besar warna coklat yang jaraknya lebih kurang 300 meter. Setelah menunggu beberapa saat dan hewan itu jauh, Bambang baru kembali melintas.

Sementara korban sejak berangkat ke kebun pada tanggal 25 Juni hingga 29 Juni 2010 tidak pernah memberi kabar atau menelpon ke rumah. Hal itu membuat menantunya khawatir.

Bambang kemudian menyusul mertuanya tersebut ke kebun, Selasa 29 Juni sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam perjalanan dia bertemu Lukman Darmanto, teman kerja korban di kebun sawit. Selama bekerja mereka tinggal di barak yang disediakan pemilik kebun.

Bambang menanyakan keberadaan mertua nya karena tidak ada mengabari sejak berangkat pada Jumat pekan lalu. Namun Lukman mengaku tidak tahu dan malah mengira korban sudah pulang ke rumah. Dirinya mengaku sempat beberapa kali menghubungi nomor telpon seluler korban, tapi tidak diangkat.

Menurut Lukman, dirinya terakhir kali bertemu korban pada hari Minggu sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu Samino (korban) menyampaikan mau mengecek mesin air yang jaraknya lumayan jauh dari barak. Setelah itu tidak berjumpa lagi dan Lukman menyangka korban sudah langsung pulang ke rumah.

Mendapat informasi seperti itu, Bambang kemudian mengabari ibu mertuanya (istri korban) dan meminta bantuan kepada warga untuk ikut melakukan pencarian. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil.

Penemuan itu menurut sumber berawal dari penemuan topi milik korban oleh Rizal (salah seorang warga yang membantu pencarian korban pada saat itu).

Penemuan celana traning yang dipakai korban, serta beberapa bagian tubuh seperti tengkorak kepala yang sudah kosong isinya, tangan kanan dan kaki kanan serta bagian badan yang ditemukan di lokasi yang berbeda-beda.

Berdasarkan temuan itu, warga kemudian menghubungi pihak kepolisian karena mereka tidak berani mendekat. Petugas dari Inavis Polres Dumai sampai di TKP sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan proses identifikasi. Hasilnya, jasad yang ditemukan itu dipastikan bagian dari potongan tubuh Samino yang hilang sejak beberapa hari lalu.

Korban diduga tewas akibat diserang binatang buas. Apalagi di daerah tersebut diduga masih berkeliaran harimau yang meresahkan petani di kebun. Selain itu juga ditemukan jejak kaki induk Harimau dan anak-anaknya.

Saat ini jenazah korban sudah di kembalikan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan secara layak dan pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas kondisi jenazah korban. *

Komentar Via Facebook :