Relokasi ke Pasar Sunonbokur, Kadis Djalali Siap Membantu
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Raja Ampat, H.Djalali
CYBER88 | Papua Barat -Menanggapi rekomendasi fraksi Demokrat yang disampaikan pada Rapat Paripurna penutupan LKPJ Bupati Raja Ampat Tahun Anggaran 2020, terkait relokasi para pedagang Pasar Mbilin Kayam ke pasar Sunonbokur, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Raja Ampat, H.Djalali, menegaskan, pihaknya siap untuk merelokasikan para pedagang.
Kata Kadis Djalali, sebelumnya pada beberapa bulan lalu pemerintah daerah sudah menghimbau kepada para pedagang agar secepatnya berpindah ke pasar Sunonbokur.
Namun lanjut Djalali, terdapat beberapa alasan dari para pedagang, sehingga belum bisa dilakukan relokasi ke pasar Sunonbokur pada saat itu.
Para pedagang beralasan karena kondisi pandemi dan fasilitas jalan hubung yang sempit serta jangkauan yang relatif jauh, hal tersebut sehingga dinilai akan mengakibatkan minimnya pengunjung.
Djalali menjelaskan, selaku Dinas teknis, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya, kaitannya dengan relokasi para pedagang di pasar Mbilin Kayam ke pasar Sunonbokur kota Waisai, Raja Ampat.
Terkait dengan rencana relokasi para pedagang ke pasar Sunonbokur, Djalali mengungkapkan, perlu adanya kerjasama antar lembaga, baik DPRD, pihak Polres Raja Ampat serta pihak terkait lainya.
Kadis Djalali menyampaikan dari sisi fasilitas, Pasar Mbilin Kayam sangatlah tidak layak lagi untuk digunakan, sebab itu ia meminta kepada DPRD, Polres serta pihak terkait lainya agar bersinergi dalam proses relokasi tersebut.
Upaya relokasi ini segera mungkin dilakukan, karena pasar Mbilin Kayam nampak terlihat kumuh dan kotor, apalagi posisi Pasar Mbilin Kayam persis di jantung kota waisai yang sewaktu-waktu dilewati wisatawan,baik lokal maupun mancanegara.
Kota Waisai merupakan daerah pertama yang dikunjungi wisatawan, ketika para wisatawan hendak melakukan aktivitas wisata di daerah Raja Ampat, maka kebijakan realokasi para pedagang ke pasar Sunonbokur sangat perlu dan patut dilaksanakan.
Selain menjaga kebersihan kota, hal tersebut juga dilakukan sebagai satu upaya pemerintah daerah untuk menata kembali wajah kota Waisai yang lebih indah dan mempesona, sehingga enak dipandang mata.
"Terkait dengan sarana penunjang Pasar Sunonbokur, Pemerintah telah menyiapkan tempat dan fasilitas yang layak bagi pedagang apabila terdapat kekurangan sarana penunjang,maka Pemerintah daerah siap menyikapi nya," ungkap Djalali di ruang kerjanya. Rabu (30/6/21) Wit.
Sekedar diketahui, Raja Ampat merupakan 1 diantara 10 tempat destinasi prioritas di Indonesia, terkait perihal tersebut, maka wajah Kota Waisai perlu ditata kembali.


Komentar Via Facebook :