Antrian Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Membuat Penggali Kubur Kelelahan
CYBER88 | Bandung -- Makin banyaknya mobil ambulans yang membawa jenazah Covid-19 ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, setidaknya menandakan penyebaran covid-19 di Kota Bandung akhir-akhir ini makin meningkat.
Dari hasil pantauan cyber88.co.id, Jum'at (02/07/21), hingga pukul 15.00 WIB antrian jenazah yang sudah turun dari mobil ambulan hingga mencapai ± 20 peti jenazah, belum ditambah dengan yang masih ada di dalam ambulan
Mobil ambulans yang membawa jenazah covid-19, masih berjejer terparkir memadati badan jalan menuju pemakaman
Dilain sisi tampak juga kumpulan - kumpulan orang yang ikut mengantar jenazah sanak keluarga nya yang meninggal, untuk menunggu giliran pemakaman jenazah keluarganya masing masing hingga membuat area pemakaman juga menjadi ramai.
Semakin banyaknya jenazah yang terpapar covid-19 yang datang di TPU Cikadut, sangat berdampak pula terhadap para petugas pemikul jenazah dan penggali kubur dalam melakukan proses penguburan.

Ade (46) salah satu pengantar jenazah, yang mengaku warga perumahan psnyileukan, ditemui Cyber88.co.id mengatakan, "Seharusnya Pemerintah Daerah maupun pusat atau dinas terkait cepat tanggap, melihat kondisi di lapangan kaya begini
Lain hal dengan yang dikatakan salah seorang penggali kubur GN, menjelaskan, "Seharusnya Dinas Terkait cepat mengambil langkah,menambah personil Baik penggali kubur dan pemikul jenazah, supaya tidak terjadi Antrian jenazah di lokasi pemakaman.
"Selain itu juga, yang sangat di khawatirkan itu kondisi penggali maupun pemikul akibat kelelahan akan jatuh sakit, "Ungkapnya.
Deri juga mengatakan hal yang sama, ia menyebut, Kondisi para penggali maupun pemikul jenazah, termasuk ketua regu gugus tugas juga, sekarang ini dalam keadaan kurang fit (sakit)
"Saya memohon kepada dinas terkait untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kami kami ini.
"Saya berharap pihak terkait juga memberikan bantuan obat obatan pada kami ini, biar badan kami ini tetap bugar, begitu juga dengan masalah APD sekali lagi tolong diperhatikan, "Pungkasnya.[D2]


Komentar Via Facebook :