Diduga Ada Aktivitas Pengeboman Ikan di Perairan Kepulauan Sembilan
CYBER88 | Papua Barat -- Disaat masyarakat Raja Ampat berusaha merawat karang untuk keberlangsungan ekosistem laut, para penjahat lingkungan ini malah sibuk merusak karang dengan cara membuang bahan ledak (BOM) di perairan kepulauan sembilan.
Pantauan jurnalis Cyber88 di media sosial Facebook, salah satu akun atas nama Insereni Ratulaut dalam postinganya mengabarkan bahwa telah terjadi aktivitas pengeboman ikan di perairan kepulauan sembilan, Raja Ampat. Ia pun meminta kepada semua pihak untuk menyikapi persoalan tersebut.
Postingan yang diupload di Group media sosial Facebook (GEMPAR EMAS Raja Ampat JILID II) tersebut sontak mengundang penghuni Group lainya menyisihkan beberapa kecaman dalam kolom komentar dari postingan itu.
"Wah terlalu berani sekali tolong diusut tuntas kasih efek jera untuk yang lain lihat hukum seberat-beratnya ini biadab sekali," komentar salah satu netizen dalam postingan tersebut.
Menurut keterangan dari akun tersebut, kejadian itu diduga dilakukan sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab di Pulau Santo,telaga wilaya perairan kepulauan sembilan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
"Kejadian ini terdampak di Pulau Santon,telaga, Wilayah Distrik Kepulauan Sembilan," terang akun tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun media ini, Kejadian tersebut dilakukan oleh sejumlah oknum masyarakat nelayan dari pulau buaya pada Senin 21 Juni 2021 Pukul 8.00 WIT.
Respon atas kejadian tersebut,Arius Mambrasar,salah satu warga kepulauan sembilan mengecam keras atas pengrusakan karang yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab itu.
Ia juga meminta Pemerintah Daerah dan Polres Raja Ampat agar mengambil langkah tegas untuk menyikapi aktivitas ilegal yang berindikasi pada pengrusakan karang wilayah perairan Raja Ampat.
Arius yang juga sebagai Salah satu Pimpinan Partai Politik di Raja Ampat juga mendesak Polres Raja Ampat dan Pihak terkait lainya untuk intens melakukan Patroli di perairan kepulauan sembilan.
"Bila perlu Polisi bawah senjata lengkap,karena oknum-oknum ini juga pegang Bom," imbuh Arius kepada sejumlah awak media di Waisai, Senin (5/7/2021) WIT.
Kesempatan yang sama, Kecaman senada juga disampaikan oleh, Kris Dimara, Salah satu ASN yang juga merupakan anak asli kepulauan sembilan. Kris mengatakan, kejadian ini harus diusut sampai tuntas.
"Dan Pelaku pengeboman itu harus dihukum setimpal karena mereka merusak aset-aset generasi mudah di Raja Ampat," jelas Kriss.
Kriss juga menilai, para pelaku ini mestinya dikasih efek jera, sehingga menjadi pelajaran bagi pelaku lainnya yang ingin merusak alam bawah laut Raja Ampat, Papua Barat.
Hingga berita ini dinaikkan, Pihak berwenang belum dikonfirmasi terkait aktifitas pengeboman yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab itu (A.Macap)


Komentar Via Facebook :