Bantuan Mesin Olah Pakan Ternak Dari Kades Perkebunan Labuhan Haji Mangkrak
CYBER88 I Labura - Sangat di sayangkan program yang di buat Kades Perkebunan Labuhan Haji, Kecamatan Kualuh Hulu - Labura, Asmawati yang wilayah desanya di areal kebun negara terlihat sia sia pada Senin (12/7/21). Selasa, (13/07/21).
Bukan saja program proyek pembuatan paret Beton di areal sekitar kebun yang bakal menuai masalah kini pemberian bantuan mesin olahan rumput yang menggunakan uang negara untuk pembelian gilingan pakan ternak warga karyawan perkebunan BUMN PTPN III KEBUN Labuhan haji kec Kualuh Hulu Labura ngangkrak tidak terpakai.
Akibatnya bantuan yg tak bermanfaat bagi peternak pembelian dengan biaya ratusan juta itu kini menjadi sorotan publik. Kalau dana yang di dapatkan menurut narasumber, dana yang digunakan untuk pembelian 4 (empat) unit mesin pengolahan pakan ternak lembu ini menurut harganya cukup fantastis mahal, mencapai ratusan juta rupiah dengan penggunaan dana desa 2019.
Rasa kecewanya warga kebun yang hanya bisa mengelus dada akibat tak berani buka suara sebab status mereka rata rata sebagai karyawan kebun. Mereka menilai pembelian ini berlangsung secara sepihak dalam pengadaan mesin olah rumput tersebut dinilai Mubazir dan asal asalan dalam menentukan pengadaannya.
Ini disebabkan arogansi Kades Perkebunan Labuhan Haji yang tidak mau melakukan musyawarah mengundang warga desa dalam usulan pengadaan dan penggunaan pembelian peralatan mesin pakan yg menggunakan BBM ini akhirnya menjadi Mubazir dan mangkrak tidak terpakai disebabkan kebutuhan rumput pakan ternak lembu para warga cukup di lepas di areal kebun yang sangat luas di seputaran rumah-rumah para karyawan kebun .
Penggunaan anggaran desa baik DD maupun ADD terkesan dihambur-hamburkan ibu kades untuk membeli barang yang tidak bermanfaat sama sekali terlihat ngangkrak di lapangan depan kandang ternak warga.
Kades kebun yg terkenal suka memblokir nomor HP wartawan ini sangat sulit dikonfirmasi beberapa kali didatangi ke kantor Desa minggu lalu dan Minggu ini selalu tidak berada ditempat.
Ketika di kejar ke kantor Kebun Afdeling tempat tugasnya sebagai Krani I Afdeling juga tidak bisa ditemui.


Komentar Via Facebook :