Penggali Kubur di TPU Cikadut Tegaskan Tak Ada Pungli, Relawan Hanya Terima Keiklasan Keluarga Jenazah

Penggali Kubur di TPU Cikadut Tegaskan Tak Ada Pungli, Relawan Hanya Terima Keiklasan Keluarga Jenazah

CYBER88 | Bandung -- Adanya berita dugaan pungli di TPU Covid-19 Cikadut yangberada di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, setidaknya telah membuat mental para pekerja harian lepas (PHL) pemikul jenazah dan penggali kubur sempat terpuruk.

Semangat dalam bekerja dengan tujuan untuk ikut meringankan Beban penderitaan sesama, khususnya pada keluarga korban yang meninggal akibat Covid-19, seolah olah sirna begitu saja diterpa angin kencang yang membawa debu debu berbau fitnah

Ditemui Cyber88.co.id, Rabu (14/07/21) disekitar pemakaman, Fajar (37), yang menjabat sebagai ketua Pekerja Harian Lepas (PHL) di TPU Cikadut, Mengatakan, "Memang betul pak, dengan adanya berita viral di medsos, terkait adanya dugaan pungli di TPU ini, sempat membuat semangat rekan rekan saya itu sempat menurun

"Dikala banyaknya korban Covid-19 yang meninggal semenjak adanya PPKM Darurat, rata rata setiap hari kami menguburkan jenazah itu sampai 40 jenazah

"Sampai sampai kemarin itu petugas pemikul jenazah dan penggali kubur juga ikut sakit, "Jelasnya.

"Kejadian adanya dugaan pungli itu, munculnya justru awalnya dari sini, semenjak 15 orang pemikul jenazah dan 15 orang penggali kubur sakit, sehingga datang bantuan dari warga sekitar yang notabene tidak ada yang bayar, 

"Warga tersebut hanya mengandalkan pengertian dari pihak ahli waris keluarga korban saja, sama sekali tidak ada pemaksaan terhadap pihak keluarga dari korban untuk memberikan uang, "Ungkapnya.

"Bukan apa apa pak, kami kerja disini itu, setidaknya resiko akan kesehatan kami dan keluarga kami juga ikut terancam, kami disini bersentuhan langsung dengan korban korban covid-19


"Alat Pelindung Diri (APD) yang seharusnya satu kali pakai itu kita buang atau ganti, ini tidak bisa kami rasakan, APD itu kalau sudah 2 Minggu atau 1 bulan baru bisa ganti

"Kami itu mendapat gaji dalam 1 bulan itu hanya 2,6 juta, kalau dibanding dengan resiko kerja mungkin tidak sepadan

"Kami berharap setidaknya kesejahteraan dan keselamatan kami juga tolong diperhatikan, baik itu dari masalah obat atau vitamin untuk menjaga kebugaran tubuh, Asuransi kecelakaan, Asuransi Kesehatan, Gajih paling tidak UMR mungkin itu yang kami harapkan

"Sekali lagi saya berharap dan mohon pengertian semua pihak agar mengerti keadaan kami ini, jangan sampai kami diberi beban mental kaya kejadian kemarin, "Pungkas Fajar. [d2]

Komentar Via Facebook :