Timbun dan Jual Obat yang Penting untuk Covid-19 Diatas HET Palaku Diringkus Polisi

Timbun dan Jual Obat yang Penting untuk Covid-19 Diatas HET Palaku Diringkus Polisi

CYBER88 | Bandung -- Ditreskrimsus Polda Jabar berhasil mengungkap penimbunan dan penjualan obat-obatan yang sangat dibutuhkan di masa Pandemi Covid-19 diatas Harga Eceran tertinggi (HET). Para pelaku, sebelum menjualnya, mereka menimbun obat-obatan yang mereka beli dari sejumlah apotek.

Kabid Humas Polda Jabar Erdi A Chaniago menyebut, kelima tersangka itu yakni Inisial ESF, MA alias IH, IC kemudian SM dan HH. Sedangkan Tempat Kejadian Perkara (TKP, ada di lima tempat yaitu Padalarang, di jl industry, lalu di daerah Bandung di jalan Mustika 2 lokasi, kemudian di Komplek Priangan Regency Ujung Berung Bandung dan Bogor.

Kata Erdi, Pengungkapan yang didasari oleh laporan masyarakat, dilakukan dari tanggal 12 hingga 14 Juli 2021 dan Obat-obatan yang berhasil disita oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar (Ditreskrimsus) sebanyak 1704 tablet berbagai merek. 

Obat-obatan yang berhasil disita Ditreskrimsus, Lanjut Edri, akan disisihkan ke Rumah Sakit Sartika Asih dan Rumah Sakit lainnya yang membutuhkan. 

Mengapa demikian karena dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, obat obatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, “Kata Erdi yang didampingi Kepala Ditreskrimsus, Aspidum dan dari Rumah Sakit Sartika asih dalam Konferensi Pers yang digelar di Mapolda Jabar, Rabu (21/7/2021) untuk proses pengobatan.

Ditreskrimsus Polda Jabar mengungkapkan, dalam posisi Krusial, pihaknya telah berhasil mengungkap jaringan penjual obat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam masa Pandemi Covid-19. Dan tentunya obat obatan tersebut dijual dengan Diatas harga eceran tertinggi.

Dijelaskannya, berapa modus yang dilakukan pelaku yang pertama adalah menyalahgunakan background sebagai seorang oknum apoteker atau supervisor dari sebuah Farmasi membeli obat kemudian ditimbun dan dijual kembali dengan harga diatas itu. Yang kedua adalah menggunakan resep, dan juga dengan cara delivery.

“Kepada para pedagang obat atau apotek -apotek agar lebih hati-hati karena mereka menggunakan modus ini dan menjualnya diatas harga eceran tertinggi, “Katanya

Aspidum Kejaksaan mengapresiasi atas kiberja Polda Jabar yang dalam hal ini adalah jajaran Ditreskrimsus yang telah berhasil mengungkap hal ini. Karena kata dia, semua tau, Indonesia bahkan dunia sedang dilanda wabah yang memang sangat membutuhkan obat-oobatan tersebut.

Kata dia, dengan alasan kemanusiaan Pihaknya hanya membutuhkan sebagian barang bukti untuk proses lebih lanjut. 

Jangan disimpan lala-lama, karena masyarakat sangat membutuhkan, Ucap dia. 

Aspidumpun meminta pada masyarakat dan seluruh awak media untuk terus memantau kasus ini.

Sementara itu, dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih menyampaikan ucapan terimakasih pada Polda jabar yang telah berhasil mengungkap kasus ini. Ia mengatakan, kalau memang masih ada oknum-oknum yang telah menumpuk atau mengedarkan obat-obat ini tanpa aturan yang benar mudah-mudahan segera terungkap. [dedih]

Komentar Via Facebook :