Dugaan Limbah PT. PAS yang Cemari Sungai Keruh
Sungai Keruh (Istimewa)
CYBER88 | Sekayu - Dugaan pencemaran lingkungan oleh Perseroan Terbatas Panca Agung Sejati (PT. PAS) yang berada di Desa Pagar Kaya, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, dimana perusahaan ini bergerak di bidang produksi tepung yang bahan bakunya berasal dari singkong.
Mendapat laporan dari masyarakat setempat, Camat Sungai Keruh, Edi Heryanto didampingi Kasi Trantib dan Pol PP dan Forkompincam turun kelapangan untuk meninjau langsung laporan dari masyarakat terhdap limbah PT. PAS yang diduga telah mencemari Sungai Keruh. Kamis (5/8/21).

Karena air Sungai Keruh masih digunakan oleh warga beberapa desa di 7 wilayah Kecamatan Sungai Keruh, seperti masyarakat Desa Pagarkaya, Desa Sukalali, Desa Kertayu, Desa Tebing Bulang, dan Desa Gajah Mati menggantungkan sumber airnya dari air Sungai Keruh.
Camat Sungai Keruh Edi ketika dikonfirmasi melalui WhatsAppnya menerangkan, "Begitu mendapat laporan masyarakat mengenai adanya limbah PT. PAS mencemari Sungai Keruh dan kebetulan bertepatan dengan jadwal sidak dan memberikan himbauan protokol kesehatan PPKM Level IV di PT. PAS."
"Selesai kegiatan tersebut, kami langsung terjun kelapangan untuk meninjau langsung laporan dari masyarakat dan kami cek langsung ke lokasi sungai yang tercemar," ujarnya.
Selanjutnya, Edi juga menambahkan, "Hepada pihak perusahaan (PT. PAS) tolong selesaikan masalah ini. Kasih solusi buat masyarakat desa Pagar Kaya dan desa lainnya, karena air Sungai ini merupakan sumber kehidupan mereka," tegasnya
Kemudian awak media mengkonfirmasi persoalan dugaan pencemaran sungai Keruh oleh PT. PAS Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin melalui WhatsApp mengatakan akan segera melakukan pengecekan terhadap sungai tersebut.
"Kami akan segera turun ke lapangan, mengecek langsung terkait adanya kebocoran limbah dari pabrik tersebut. Nanti juga akan dibawa tim dari Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup untuk pengambilan sampel air yang tercemar dan sample limbahnya sendiri," menurut pesan WhatsApp Andi Wijaya Busro, Kadis DLH Muba.
Lain lagi ketika persoalan limbah PT. PAS yang mencemari Sungai Keruh ini dikonfirmasikan kepada Agusta, Manager PT. PAS melalui WhatsAppnya mengatakan, "Silakan tanya kepada yang bersangkutan, yaitu pimpinan PT. PAS atau managemen."
Secara singkat, Agusta menambahkan, "Ya, silakan diberitakan, tidak apa-apa!"


Komentar Via Facebook :