Proyek Pengaspalan Bernilai 23 Miliar Rupiah Lebih, Kualitasnya Dipertanyakan
CYBER88 | Batam - Pembangunan proyek pengaspalan jalan Kolektor Bundaran Madani - Bengkong Sadai yang bernilai Rp 23.590.632.000,00,- (Dua puluh tiga Milyar Lima ratus sembilan puluh juta enam ratus tiga puluh Dua ribu rupiah) mulai dipertanyakan.

Meskipun Kondisi fisik proyek telah rampung dikerjakan dan sudah diserah-terimakan dari pihak pekerja kepada BP Batam, namun beberapa narasumber mulai mempertanyakan kualitas proyek pengaspalan tersebut.
Sejak dari awal pelaksana, pihak pembangun PT MSI dengan nomor kontrak: 5127. 011.051. H/ SPJ/ PPK. PNBP/11/2020 dibiayai oleh APBN TA 2020, diduga panitia lelang tidak transparan serta terkesan diatur pemenangnya.
Narasumber itu menambah kan bahwa PT MSI, belum layak mengerjakan proyek kualifikasi bernilai puluhan miliaran rupiah sebab ada kriteria persyaratan yang harus dilengkapi. Misalnya, peralatan alat-alat berat dan memiliki tenaga ahli teknik kontruksi minimal beberapa orang harus dipenuhi.
"Aneh bin ajaib, untuk menutupi ketidaklengkapan itu, PT MSI diduga melakukan kerjasama Subcontrak kepada PT MBJ (Maju Bersama Jaya) yang memiliki kelengkapan peralatan & tenaga ahli.
Ringkasnya proyek itu akhirnya dikerjakan mulai bulan November 2020 dan rampung dikerjakan para bulan April 2021 lalu," jelas narasumber yang tidak ingin di publish.
Sumber terpisah menegaskan, dari dulu masih nama Otorita Batam banyak proyek dikerjakan asal jadi, seperti proyek pemeliharaan jalan A tiap tahun direhab dengan cara tambal sulam ( dompol). Sehingga terkesan dimata umum, menghambur-hamburkan uang negara.
Lebih anehnya lagi, pengerjaan jalan yang dilakukan sebelum di tenderkan ada perusahaan lain yang telah mengerjakan perbaikan jalan itu. Hal itu semakin memperkuat aroma penyelewengan yang dilakukan oleh pihak PT. MSI maupun BP Batam.
Kembali pada proyek pengaspalan Jalan Kolektor Bundaran Madani - Bengkong Sadai, menyimpan misteri yang disinyalir merugikan keuangan negara milyaran rupiah.
Ketika Wartawan Media ini konfirmasi via telpon kepada Dirut PT MSI, pada hari Kamis, (19/8/21 ) dengan nada tinggi Dirut PT MSI, Junaedi mengatakan bahwa proyek tersebut sudah bukan wewenangnya lagi.
"Sudah selesai dikerjakan, apa mau ditanya lagi!" ujarnya dengan nada meninggi.
Junaedi yang akrab disapa Ju turut menepis adanya aroma nepotisme dalam proyek pengerjaan yang dilakukan oleh perusahaannya.
"Saya tidak Ada hubungan keluarga dengan Kepala BP Batam, kalau mau tanya tentang kondisi proyek itu silahkan tanya kan Humas BP Batam," ucapnya ketus.
Sangat disayangkan, padahal selaku pihak yang mengerjakan proyek tersebut. PT.MSI seharusnya mampu menjawab pertanyaan wartawan khususnya tudingan yang dilontarkan sejumlah pihak yang melihat adanya penyelewengan pengerjaan proyek yang diduga merugikan negara.
Sejauh ini media Cyber88.co.id masih menelusuri lebih jauh terkait informasi ini. (Red/Dingo.S).


Komentar Via Facebook :