UNSIKA Bersama Pemdes Rengasdengklok Selatan Laksanakan Penyuluhan Moderasi Beragama
CYBER88 | Karawang -- Sebelumnya Pemdes Renngasdengklok Selatan bersama Mahasiswa UNSIKA (Universitas Singa Perbangsa) Karawang melaksanakan sosialisasi antisipasi tindak Pidana penipuan melalui TIK e-Business, Rabu (13/10).
Kini melaksanakan penyuluhan pembinaan manajemen komunikasi pengembangan moderasi dan kerukunan umat beragama yang berdaya saing global di Pondok Pesantren Kabupaten Karawang, di Aula Desa Rengasdengklok, Kamis (14/10).
Dalam penyuluhan moderasi beragama tersebut sebelumnya membahas makna moderasi, dimana moderasi tersebut merupakan sikap memilih jalan tengah, dimana berusaha adil dan berimbang dan tidak berlebihan.
Adapun moderasi beragama ini merupakan cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem. Ungkap Dr Dra Ine Rahayu M.pd selaku Narasumber dari UNSIKA Karawang
"Tidak ekstrem disini yaitu tidak ekstremisme, radikalisme, memberikan ujaran kebencian (hate speech) hingga retaknya hubungan antar umat beragama, adapun moderasi beragama dilingkungan sekitar mencakup berberapa contoh sebagai berikut:
1. Menghormati agama yang diyakini orang lain, 2. Tidak memaksakan keyakinan agama yang dianutnya kepada orang lain, 3. Toleran terhadap pelaksanaan ibadah yang dianut pemeluk agama lain,
4. Tidak membeda - bedakan teman yang berbeda agama dengan kita, dan yang ke 5. Melaksanakan ajaran agam yang dianutnya dengan baik dan benar," bebernya
"Adapun ke 4 indikator dalam moderasi beragama ini yaitu, Komitmen kebangsaan yang kuat, Sikap toleran terhadap sesama, Memiliki prinsip menolak tindakan kekerasan baik secara fisik maupun verbal, dan yang ke, Menghargai tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia," jelasnya
Pada kesempatan tersebut, Dr H Acep Nurlaeli pun turut memberikan pemahaman bahwa rusaknya suatu agama tersebut karena umatnya, maka dari itu perlu adanya moderasi beragama guna terciptanya kerukunan antar umat beragama hingga terciptanya sebuah kedamaian dalam menjalani kehidupan.
Ditempat dan waktu yang berbeda, Kades Rengasdengklok Selatan, Hj Asih Mintarsih mengucapkan rasa syukur.
"Alhamdulillah, dengan adanya penyuluhan kerukunan antar umat beragama diharapkan dapat hidup berdampingan hingga terciptanya kedamaian," pungkasnya. [Hys]


Komentar Via Facebook :