Anton Charliyan: PJBN Lahir untuk Mempersatukan Perbedaan Agama dan Budaya

Anton Charliyan: PJBN Lahir untuk Mempersatukan Perbedaan Agama dan Budaya

CYBER88 | JakartaIrjen. Pol. (Purn.) Anton Charliyan setelah road show Maulid Nabi Keliling antar komunitas Agama yang berbasis Budaya, kini Menghadiri Maulid Nabi di Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) di Cengkareng sekaligus melantik pengurus PJBN wilayah Jakarta Barat pimpinan Raymond D. Lacaden, Sabtu (23/10/2021).

Anton Charliyan yang biasa disapa Abah Anton, mantan Kadiv Humas Polri yang juga sebagai Dewan Pembina PJBN Pusat dalam acara tersebut menyampaikan, hendaknya PJBN bisa menjadi salah satu komunitas Paguron yang mampu memempersatukan Agama dan Budaya.

“Karena PJBN disamping sebagai Paguron yang senantiasa menjunjung tinggi nilai Budaya luhur khususnya Pencak Silat dan Debus Banten, juga merupakan Pesantren Besar di Banten yang dikenal sebagai Pesantren Al-Bantani, apalagi saat ini Ketua Umumnya K.H. Tb. Sangadiah selain dikenal sebagai Tokoh Budaya juga dikenal sebagai tokoh masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, Ia merupakan tokoh Ulama yang kharismatik dan sangat dihormati oleh seluruh Kyai, Ustad maupun Habib, terbukti saat ini Ia merupakan Penasihat Utama Jatman Tingkat Nasional pimpinan Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, sebagai Muhtasyar Dewan Penasihat Tingkat Nasional PBNU, dan lainnya.

“Sehingga dengan demikian bertemulah Nilai seni Budaya luhur dan Nilai Agama dalam pribadinya sebagai pendiri PJBN,” imbuhnya.

Jendral bintang dua ini juga menuturkan, Budaya Indonesia dengan Suku bangsa, Agama, Ras yang multi etnik dan berbeda-beda tersebut merupakan Khazanah Kekayaan bangsa, bukan merupakan sesuatu yang harus dipertentangkan, itulah hakekat Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Pancasila, sebagaimana diungkapkan juga oleh Tb. Sangadiah sebagai Ketua Umum.

“Maka dari itu PJBN hadir sebagai suatu komunitas Seni Budaya yang bernuansa Religius Islam, yang diharapkan mampu menyejukan, serta senantiasa membawa pesan damai menghilangkan perbedaan-perbedaan melalui keluhuran Budaya, yang tetap menghormati keberagaman Suku, Agama maupun Ras,

Sebagaimana Keteladanan Rosulullah ketika ingin membangun Negara di Madinah yang Baldatun Thoyibatun Warobun Ghofur dengan landasan Dasar Piagam Madinah yang isinya sekalipun Negara Berdasarkan Islam tetapi tetap menghormati, melindungi dan menjamin keberlangsungan Kehidupan serta Keselamatan warganya seperti, Yahudi, Nasaroh dan lainnya yang Berlainan Suku Ras dan Keyakinan agamanya,” tuturnya.

Dalam kata penutupnya, Abah Anton menegaskan apa yang telah disampaikan oleh Ketum PJBN itulah, salah satu Hakekat Maulid Nabi yang paling penting kali ini, yakni kita semua harus menteladani sikap-sikap yang telah ditunjukan Rosullullah Nabi Besar Muhammad S.A.W dalam tata cara berbangsa dan Bernegara.

“Yang tetap menghormati, melindungi keselamatan warganya sendiri yang telah menjadi penduduk Madinah, sekalipun Berbeda Agama, suku maupun Keyakinan,” tandas mantan Kapolda Jabar tersebut.

Hal tersebut diungkapkan pula oleh Ratu Ageng sebagai Ketua Harian PJBN, “Sehingga bila kita cermati dengan seksama, ternyata Piagam Madinah di zaman Rosulullah sangat sejalan dengan semboyan dan ideologi kita Pancasila & Bhineka Tunggal ika.”

Ia menegaskan, sehingga tidak ada alasan lagi bila ada kelompok tertentu yang mengatasnamakan Agama, mempertentangkan antara Agama dengan ideologi Negara, apalagi mempertentangkan Agama dengan Agama.

“Mari kita lihat Persamaan, jangan selalu melihat Perbedaan-perbedaan, agar kita bisa hidup rukun aman dan damai, untuk itulah PJBN hadir dan dibentuk,” pungkasnya mengakhiri wawancara pada Peringatan Maulid sekaligus Pelantikan Dewan Pengurus PJBN di Cengkareng, Jakarta Barat.

Komentar Via Facebook :