Kepala Puskesmas Rengasdengklok Angkat Bicara Perihal Informasi Penolakan Pasien Kritis

Kepala Puskesmas Rengasdengklok Angkat Bicara Perihal Informasi Penolakan Pasien Kritis

CYBER88 | Karawang -- Adanya informasi penolakan pasien kritis berinisial K (33) yang berdomisili di Desa Kamiri, di UGD (Unit Gawat Darurat) Puskesmas Rengasdengklok membuat Kepala Puskesmas Rengasdengklok Hj Cucu angkat bicara meluruskan yang jadi pemberitaan, Sabtu (20/11)

Dalam keterangannya, dr Hj Cucu yang di selaku Kepala Puskesmas Rengasdengklok didampingi dr Elisa dan Sarah yang saat itu sedang tugas jaga, Sabtu (20/11) menjelaskan bahwa

"Pada saat itu, saya (dr Hj Cucu.red) sedang penjaringan, adapun perihal benar tidaknya penolakan pasien kritis di UGD Puskesmas Rengasdengklok, maka dari itu kita langsung klarifikasi dengan dr Elisa yang pada saat itu sedang berjaga dan Perawatnya Ibu Sarah." Jelasnya Kepala Puskesmas Rengasdengklok, Senin (22/11)

Dalam keterangannya, dr Elisa mengatakan bahwa "Saat itu, saya (dr Elisa.red) sedang menangani pasien di rawat inap, dan pasien saat itu diterima oleh perawat Iis UGD. Berhubung pasien tersebut tidak masuk dalam ke 4 katagori Triase UGD, maka perawat menyarankan untuk  diperiksa di BP (Balai Pengobatan). 

Di BP, lanjut dr Elisa, pasien diterima oleh Ibu Yayat, yang dalam pemeriksaan di BP, setelah di diagnosa keluhannya, mual, pusing, batuk selama 3 hari dan tidak ada nafsu makan, yang kemudian dilakukan pemerikasaan laboratorium dengan hasil widal 1/80, yang berarti baik.

"Setelah dilakukan pemeriksaan di BP, pasien kembali ke UDG, dan berdasarkan keterangan dari Iis, bahwa pasien ini yang tadi datang ke UGD kemudian disarankan ke BP, yang kemudian dilihat dari hasil di BP bahwa HU baik, tingkat kesadaran pasien baik, tekanan darah 100/70, nadi 80, nafas 20, suhu 37°C tidak demam pada saat datang, SPO2 nya/ akurasi oksigen penentu  Corona nya 97, 98, kemudian saat diperiksa mata tidak ada Anemia." Bebernya

Disaat diperiksa jantung dan paru dalam keadaan normal, hanya perutnya saja yang sakit, karena pasien tidak mau makan, yang kemudian pasien tersebut diberikan obat sesuai diagnosanya dengan keterangan bahwa pasien tidak perlu dirawat inap, namun bisa diberobat jalan, namun entah kenapa pasien ingin dirawat inap, sementara berdasarkan diagnosa dan 4 katagori Triase, pasien Bisa perobat jalan. Urainya

Dipenghujung konfirmasi, Kepala Puskesmas Rengasdengklok menegaskan bahwa, "Perihal penolakan pasien kritis tersebut, tidak benar. Pasalnya kalau ditolak kenapa pasien tersebut harus kami periksa, dicek lab, kemudian pasien tersebut diberi obat. 

Adapun kondisi pasien tersebut kritis tidaknya yang menentukan medis, dan pasien saat itu disarankan untuk berobat jalan, dan jika masih belum ada perubahan, maka pasien tersebut bisa datang kembali ke Puskesmas, “Jelasnya..

Adanya anggapan ditolak rawat inap karena berdeda wilayah pun itu tidak benar, pasalnya kami melayani pasien rawat inap tersebut bukan berdasarkan wilayah kerja saja, melainkan melayani dari semua wilayah yang ada di Kabupaten Karawang, dan itupun tergantung dari hasil diagnosa, apa perlu dirawat inap atau hanya berobat jalan. Singkatnya (Hys)

Komentar Via Facebook :