AA Maung Apresiasi Disdik dan Pemprov Jabar Terkait Penca Silat yang Akan Mulai Diajarkan di SMA/SMK

AA Maung Apresiasi Disdik dan Pemprov Jabar Terkait Penca Silat yang Akan Mulai Diajarkan di SMA/SMK

CYBER88 | Bandung -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berupaya menjaga dan mengembangkan seni bela diri pencak silat agar lebih dikenal, dicintai oleh generasi muda. Termasuk agar tidak tergerus oleh seni bela diri dari mancanegara.

Diantaranya dengan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Pencak Silat Tahun 2021 bagi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), di Villa Lemon, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, acara berlangsung selama empat hari dari tanggal 4-7 Desember 2021.

Pesertanya yang hadir dalam acara Bintek dihadiri sekitar 50 orang. Terdiri dari guru olahraga yang mewakili setiap Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I-XIII, Disdik Jabar. 

Ahmad Sundoro selaku Analis Pengembangan Kompetisi Bidang GTK menjelaskan, para peserta akan dibekali beberapa materi. Diantaranya mengenai Sejarah dan Keterampilan Pencak Silat, Gerak Dasar Pencak Silat, Filosofi Pencak Silat, Jurus Dasar Pencak Silat, Paleredan, Tepak Tilu, Padungdung, Penilaian, Evaluasi dan lainnya.

"Sedangkan untuk Pematerinya didatangkan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PPSI) yang lebih condong ke seni tradisi Indonesia. Berkolaborasi, untuk menanamkan dasar-dasar pencak silat. Karena kalau perguruan pencak silat sangat banyak dan punya ciri tersendiri," kata Ahmad, di Villa Lemon, Minggu (5/12/2021).

Di samping itu kata Ahmad ada juga pemateri dari tim Jabar Masagi yang menjelaskan mengenai program Jabar Masagi.

"Kegiatan Bimtek sebelum nya yang telah digelar sebulan ke belakang untuk guru SMA/SMK dengan materi yang sama," pungkasnya.

Sementara itu Asep B Kurnia, Ketua Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena dengan adanya pelajaran pencak Silat terintegrasi dengan mata pelajaran yang lain.

Secara tidak langsung akan melestarikan budaya Nusantara, apalagi penca silat. Kata Asep sudah diakui dan mendapatkan penghargaan dari UNESCO, merupakan seni tradisi, harta tak benda.

"Saya sangat bersyukur, pencak Silat ini meskipun tidak menjadi muatan lokal tetapi terintegrasi dengan pelajaran yang lain. Sehingga anak-anak di sekolah, khususnya SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, akan diajarkan pencak Silat," kata Asep yang biasa disapa AA Maung di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa para guru yang menjadi peserta Bimtek, nantinya bisa mengajarkan ke guru lainnya di KCD masing-masing. Begitu juga dengan para siswa SMA/SMK nantinya bisa belajar Pencak Silat di sekolahnya.

"Salah satu upaya dari kita agar (Pencak Silat diajarkan) berkesinambungan dengan Jabar Masagi," tutur Asep Maung.

Namun dirinya menegaskan agar kegiatannya jangan terhenti di Bimtek itu saja, tetapi terus dikembangkan sampai benar-benar berjalan sesuai harapan.

"Harapan sesungguhnya, setelah Bimtek bisa terus menularkan di setiap cabang dinas, masing-masing, bisa berkesinambungan. Ada juga hal yang sifatnya evaluasi, perubahan secara khusus tidak kalah penting memperlombakan pencak silat," kata Asep Maung. 

Dirinya juga menjelaskan bahwa, bisa dilaksanakan Bimtek, dan pengajaran pencak silat di sekolah, tidak terlepas dari dorongan inohong dan Ketua Umum DPP PPSI, Dr. Adil A. Fadilakusumah. M.Si.

"Saya tergerak oleh para sesepuh, salah satunya Pak Adil, yang sudah saya anggap orang tua sendiri. Oleh sebab itu saya dan rekan-rekan sejak tahun 1998, berupaya dan tidak bosan agar sekolah-sekolah mengajarkan pencak silat dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK sederajat,

Saya juga tidak bosan akan mengkritisi agar Pencak Silat diperhatikan terus oleh pemerintah dan stakeholder lainnya. Termasuk anggarannya. Sehingga Pencak Silat menjadi bela diri asli Indonesia yang menjadi tuan rumah di negeri nya sendiri," pungkas Asep. (Mustopa-atang Solihin)

Komentar Via Facebook :