Diduga Ada Kejanggalan Dalam Plang Pekerjaan Drainase Depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok

Diduga Ada Kejanggalan Dalam Plang Pekerjaan Drainase Depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok

CYBER88 | Karawang -- Paska disentilnya pekerjaan drinase yang ada di depan Gedung Pemerintahan, Kantor Kecamatan Rengasdengklok tanpa memasang papan informasi atau plang pekerjaan yang menerangkan perihal Volume, masa pekerjaan, sumber anggaran dan pelaksana pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV atau PT.

Hingga adanya kritikan tajam dari salah seorang Aktivis Karawang, Andri Kurniawan, Rabu (15/12) yang mengganggap pihak pelaksana telah berani melaksanakan pekerjaannya tanpa adanya papan informasi sehingga perlu ditandai dan harus menjadi catatan penting, sekaligus bahan evaluasi bagi Dinas PUPR Karawang terhadap penyedia jasa selaku pelaksana pekerjaan. Karena dengan begitu lagi-lagi dinas yang dibuat pusing.

Adanya hal tersebut, Rabu sore (15/12) dipasanglah papan informasi pekerjaan drinase yang ada di depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok, namun adanya papan informasi pekerjaan tersebut, diduga ada kejanggalan seperti yang diungkap Andri Kurniawan kepada cyber88.co.id, Kamis (16/12/2021).

Diungkapkannya, "Sumber dan besaran anggarannya sudah terpampang, tetapi sesuatu hal yang janggal nampak dengan jelas pada papan informasi proyek tersebut. Dimana nomor kontrak tidak tercantum, dan terlihat dikosongkan pada kolomnya."

"Seharusnya setiap pelaksana kegiatan proyek yang bersumber dari uang negara, tanpa harus menunggu kritik dulu untuk memasang papan informasi kegiatan. Sudah adanya beberapa kali pemberitaan dan gejolak masyarakat dilingkungan kegiatan, baru dipasang,

Saya juga heran, entah apa yang mendasari dicetaknya papan informasi tanpa adanya nomor kontrak pekerjaan. Padahal itu sangat penting untuk menjelaskan tentang kebenaran adanya kontrak antara penyedia jasa dengan pemerintah,

Karena alas hak hukum suatu pekerjaan dibuktikan dengan adanya kontrak kerja. Kalau hanya sebatas menjelaskan sumber anggaran, besaran anggaran dan waktu pekerjaan, siapa pun mudah membuatnya, tuturnya.

Lanjut Andri, selain itu, dampak dari tumpukan tanah yang berceceran ke badan jalan juga tidak kalah penting. Karena sebagaimana yang pernah dipublikasikan oleh salah seorang pegiat Sosial Media (Sosmed) lokal Rengasdengklok, bahwa ceceran tanah dari hasil pengerukan drainase didepan kantor Kecamatan Rengasdengklok sudah menimbulkan dampak, yaitu banyaknya kendaraan roda dua yang tergelincir akibat licinnya tanah karena terguyur hujan.

Bahkan lebih parahnya lagi, warga lingkungan setempat sempat melakukan protes keras dengan cara aksi demonstrasi, Minggu (12/12), Sebab masyarakat mengkhawatirkan dampak banjir.

"Dengan adanya proyek drainase didepan Kantor Kecamatan Rengasdengklok, maka secara otomatis air akan mengalir kepemukiman warga yang ada dibelakang Kantor Kecamatan Rengasdengklok,

Sementara tidak ada drainase lanjutan untuk pembuangan air dipemukiman warga, sehingga secara otomatis air akan menggenangi pemukiman warga, dan bisa berbulan-bulan air tersebut baru mengalami penyusutan." Pungkasnya. [Hys]

Komentar Via Facebook :