Mabes NGO Pamekasan Gruduk Kantor Dinsos Sosial dan UPT PU Binamarga Kab Pamekasan

Mabes NGO Pamekasan Gruduk Kantor Dinsos Sosial dan UPT PU Binamarga Kab Pamekasan

CYBER88 | Pamekasan -- Ratusan massa aksi dari Markas Besar Lintas LSM se-Kabupaten Pamekasan mendatangi Kantor Dinas Sosial untuk menyoroti serta mengevaluasi kinerja dinas sosial dalam realisasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dinilai amburadul serta merugikan masyarakat Pamekasan, Madura Jawa Timur, Rabu (22/12/2021).

Aksi dari Mabes NGO kali ini menurut mereka membawa bukti indikasi penyelewengan yang dianggap merugikan masyarakat Pamekasan. 

Faktanya, banyak temuan di lapangan yang bersumber dari aduan masyarakat (Dumas) serta berdasar pada hasil investigasi, sehingga menimbulkan kesimpulan, bahwa hal ini merupakan suatu kinerja yang lemah dan kebobroknya pengawasan realisasi program BPNT dari dinas terkait patut dan tidaknya. 

Kita menduga hal ini terjadi dikarenakan adanya kongkalikong yang massiv dan terorganisir mulai dari tingkat bawah dari agen (e_warung), pendamping, serta oknum dinas terkait dan pihak² yang terkait lainnya.

Hal ini diperparah lagi dalam penyaluran BPNT yang kita duga kuat melabrak aturan perundang-undangan dan pedoman umum dan terbukti banyak terjadi manipulasi data mulai dari harga kualitas, bahkan dari segi administrasinya hampir di semua Daerah Kabupaten Pamekasan banyak agen yang nakal hanya untuk memperkaya diri dengan berbagai modus, “Ungkap Abdus marhaen dalam orasinya.

Sementara korlap Aksi Iklal, Tosan, Rahem dan Jumai, juga mendesak agar kepala Dinas Sosial segera mengevaluasi semua pendamping yang lalai dalam bekerja untuk kemudian dipecat dari jabatannya.

"Pecat Koordinator pendamping kabupaten yang telah gagal memimpin bawahannya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pamekasan.

Cabut semua izin agen serta putus kemitraan bagi semua agen yang nakal". Ungkapnya

Kepala dinas harus bertanggung jawab pada jumlah dan kualitas bantuan agar masyarakat tak lagi jadi korban perompak hak-hak rakyat.

Lanjut dalam aksinya karena kepala dinas tidak keluar menemui massa aksi, akhirnya massa nekat menerobos blokade dan swiping ke kantor Dinsos mencari Tarsun di dalam kantornya, kemudian peserta aksi membakar karton setelah mengetahui bahwa Tarsun tidak ada didalam Kantornya.

Kemudian Aksi NGO Pamekasan langsung melanjutkan Aksinya ke kantor UPT PU Binamarga terkait amburadulnya pekerjaan pokmas yang ada di Kab Pamekasan. (*Muslim)

Komentar Via Facebook :