Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa Rendam Kecamatan Waled dan Karang Wareng Cirebon .
CYBER88 I Cirebon -- Akibat hujan deras yang terjadi dari Hari jum,at Pukul 16 tanggal 21 Januari hingga sabtu 22 Januari 2022 Pukul 3:00 wib dini hari yang mengguyur di sebagian wilayah timur Cirebon (wtc), hujan tersebut mengakibatkan banjir di salah satu Desa Jati Piring Kecamatan Karang Wareng Kab. Cirebon. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Cipanundan pada hari Sabtu 22/1/22 pukul 03 dini hari.
Joni salah satu warga korban banjir mengatakan, banjir yang terjadi di Desanya sangat parah, sekitar 700 rumah terdampak banjir bahkan sempat ada yang mengungsi ke tempat saudaranya. Pihaknyanpun berharap agar pemerintah sigap dalam menangani persoalan banjir.
Menurut Joni, penanganan banjir bukan hanya soal bantuan secara instan saja, walaupun bantuan tunai dan instan juga sangat di butuhkan oleh warga, akan tetapi penanganan secara permanen terhadap pembenahan aliran sungai dan infrastruktur akan lebih tepat bagi penyelesaian Banjir,
Kata dia, banjir tersebut terjadi bukan hanya di Kecamatan Karang Wareng akan tetapi yang lebih parah adalah yang terjadi di Kecamatan Waled, di setiap musim penghujan Kecamatan tersebut selalu terjadi banjir.
Jika memang ada keseriusan soal penanganan banjir tentunya bisa di antisipasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS yang merupakan kepanjangan tangan dari Pemerintah, dan BBWS seharusnya mampu berkordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Pusat Provinsi dan Kab. Cirebon, agar kedepan banjir tidak lagi terjadi ," terang Joni.
"Dampak dari banjir jika tidak di tangani secara serius biasanya akan menimbulkan berbagai kerugukian matril in matril yang akan berdampak kepada kesulitan warga, belum lagi berbagai penyakit dihawatirkan muncul Setelah banjir," ujar Joni.
Dilain pihak, Dedi salah satu warga Kecamatan Waled mengatakan, Banjir yang terjadi di Kecamatan Waled melanda 4 Desa, yaitu Desa Mekar Sari, Ambit, Ciuya dan Gunung Sari Kecamatan Waled. Sampai pukul 3:30 wib pagi, 4 Desa tersebut masih terendam air setinggi dada orang Dewasa.
Menurut Dedi, Banjir tersebut akibat meluapnya sungai Ciberes dan selama musih penghujan Tahun 2022 sudah terjadi yang ke 9x nya, dan di hawatirkan banjir tersebut akan terus terjadi selama musim penghujan.
Rumah warga yang terdampak banjir di 4 Desa diperkirakan mencapai ribuan, sehingga perlu penanganan serius, karena banyak warga yang mengungsi di Kantor Kuwu dan Masjid, dan sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah yang di butuhkan oleh warga untuk memperingan beban warga," pungkas Dedi. (Hadi. S)


Komentar Via Facebook :