Kolaborasi Abdimas, Fokuskan Pengembangan Potensi Disabilitas
CYBER88 | Cilegon – Puncak acara edukasi jurnalistik bagi penyandang tunanetra yang tergabung dalam Pertuni Cilegon, Banten, diakhiri dengan rasa kagum bagi penyelenggara, yakni Universitas Al-Khairiyah dan Media Cyber88. Pasalnya, buah karya tulis mereka sangat layak diapresiasi, Kamis (27/1).
Acara yang berlangsung selama tiga hari dan bertema "Menulis dalam Gelap dengan Lentera Teknologi" tersebut diharap menjadi motor penggerak untuk kegiatan pembangunan potensi para penyandang disabilitas lainnya, supaya lebih mandiri dan mampu bersaing secara umum tanpa dipandang sebelah mata.
"Kegiatan ini adalah langkah awal untuk mendorong program lainnya untuk mengembangkan potensi disabilitas. Saat ini kami baru targetkan bagi tunanetra, namun secara bertahap akan diperluas bagi para difabel lainnya. Sementara, kami fokuskan untuk Cilegon, nantinya seluruh wilayah Banten," ungkap Sherley Kowanda Nurizky yang biasa disapa Kiky.
Sebagai relawan di Pertuni yang juga mengepalai Media Cyber88 Kantor Wilayah Banten, Kiky merasa puas dengan potensi yang dimiliki peserta. Dirinya terkesan dengan peserta tunanetra yang tidak bisa melihat, namun bisa menulis dengan pola, struktur bahasa, dan alur tulisan yang rapi.
Hal serupa juga diungkapkan pemateri, Andika Perdana, yang juga selaku Redaktur Pelaksana Media Cyber88. "Saya tidak menyangka para peserta mampu menulis sedemikian baiknya. Bahkan, tulisan mereka sangat terstruktur, padahal secara fisik tidak dapat melihat," ungkapnya.
"Meskipun tunanetra, imajinasi mereka sangat liar. Beberapa dari mereka mampu menulis artikel dengan analisis yang sangat baik dan beberapa lainnya mampu membuat puisi dan cerpen secara deskriptif dan penuh rasa," imbuhnya.
Lanjut, "Ini tantangan bagi saya dan tim untuk memperluas sudut pandang mereka dalam menulis, khususnya jurnalistik. Mereka sebenarnya sangat mumpuni di bidang menulis dengan segmentasi yang bermacam-macam. Sisanya, menjadi PR bagi kami untuk memperluas dan memperdalam potensi mereka dalam menulis."
Didiet Praditya selaku Kepala Bidang IT Media Cyber88 mengatakan, "Saya sangat takjub dengan cara mereka menggunakan komputer dan handphone. Di luar keterbatasannya, mereka mampu menunjukkan bahwa kekurangan bukanlah kelemahan, tetapi suatu kelebihan yang luar biasa."
"Cara mereka menggunakan gadget diluar ekspektasi saya, mereka begitu lihai menggunakan komputer seperti layaknya orang yang tidak mempunyai keterbatasan apapun," tuturnya.
Dari potensi yang dimiliki para peserta, Pemimpin Redaksi Media Cyber88, Tommy Freddy Manungkalit menuturkan, "Kekurangan mereka hanya tidak bisa melihat, bukan berarti tidak bisa menjadi jurnalis. Mereka tetap bisa menulis, menilai, dan merasakan. Justru mereka lebih peka. Apalagi kemajuan teknologi sangat membantu mereka untuk bisa lebih berkembang."
DR. Hj. Gema Ika Sari, S.E., M.Ak. selaku Rektor Universitas Al-Khairiah (Unival) yang memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan tersebut pun turut mengapresiasi potensi yang dimiliki peserta tunanetra. Menurutnya, ini menjadi wujud implementasi kegiatan abdimas.
"Maksud dan tujuan kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat sebagai penjewatahan visi-misi Unival, yaitu berkontribusi kepada kesejahteraan dan kemajuan masyarakat, serta sebagai pusat peradaban ilmu. Oleh karena itu, harapannya kegiatan ini dapat menjadikan softskill bagi rekan disabilitas agar mampu menumbuhkan potensi, menambah kompetensi, dan menjadikan keunggulan diri dalam bidang jurnalistik," jelasnya.
"Kegiatan ini saya harap tidak hanya dilakukan sekali, namun ini merupakan awal dan bisa berkelanjutan untuk memberikan stimulus. Kami dari akademisi selalu mendukung dan maju bersama untuk kesejahteraan masyarakat, terutama kaum disabilitas."
"Semoga kolaborasi dalam kemajuan masyarakat yang dikhususkan bagi disabilitas ini dapat membuka peluang atas hak mereka untuk maju dan berkarya mengisi kemerdekaan Indonesia," tutupnya.
Terakhir, kegiatan tersebut ditutup dengan penandatangan Surat Kerjasama antara Unival dengan Media Cyber88 untuk mengembangkan potensi-potensi para difabel untuk mendapatkan hak yang sama di lingkungan masyarakat. (Aulia)


Komentar Via Facebook :