Dianggarkan puluhan hingga ratusan milyar, kondisi bahu jalan mengalami kerusakan parah

Baru Setahun Dikerjakan, Proyek Preservasi Jalintim Sp.Lago- Pematang Reba Sudah Rusak

Baru Setahun Dikerjakan, Proyek Preservasi Jalintim Sp.Lago- Pematang Reba Sudah Rusak

Tampak kondisi bahu jalan lintas Pelalawan bsudah retak dimana proyek preservasi jalan baru setahun pengerjaan (ist)

CYBER88 I Pelalawan – Preservasi  ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Provinsi Riau melalui Paket jalan nasional Simpang Lago kab Pelalawan, Japura Pematang Reba Kabupaten Inhu, setiap tahun dianggarkan dana puluhan milyar bahkan ratusan milyar untuk penangan preservasi (pemeliharaan). Namun kondisi sebagian ruas jalintim itu baru setahun dikerjakan nampak sudah rusak parah memprihatinkan.

"Proyek peningkatan preservasi yang dikerjakan diduga tidak bermutu, tidak normal pasti ada latar belakangnya dan itu harus dilakukan pengusutan secara mendalam oleh Aparat Penegak Hukum (APH), kenapa proyek tersebut tidak dilakukan secara baik,"Ungkap Koordinator Investigasi Forum LSM Riau Bersatu, Devit Amriady kepada CYBER88, Jumat, (06/05/2022).

Ia menandaskan, perlu ketegasan dari pihak konsultan pengawasan perencana stasiun-stasiun mana yang perlu ditangani, karena pada judul pekerjaan tertera hanya Presevasi. Padahal ada peningkatan pembangunan, ada pemeliharaan berkala, dan ada pemeliharaan rutin.

Devit menambahkan, contoh semua judul presevasi itu, seperti kegiatan pada Tahun 2018/ 2019, dimana paket Simpang Lago Sorek 1 sebesar  Rp.103,96 Milyar yg dikerjakan PT. Triva Abadi, PT Cemerlang, Samudra Kontrindo (KSO).

Dalam Kontrak Sorek 1 batas kabupaten Inhu Simp. Gapura/ Pematang Reba telah dikucurkan dana Rp 150 M yang dikerjakan PT. Waskita karya, PT Hasrat Karta Jaya, PT Samudra Kontrindo (KSO).

Pada pekerjaan paket Simpang Lago Sorek 1 batas Inhu simpang Japura, dinamakan paket Multi year kontrak. Pada tahun berikutnya  2020, kembali dikontrakkan dengan luas paket yang sama sekitar Rp 1.15 milyar.

Selanjutnya, pada  2021/ 2022 pihak BPJN kembali mengucurkan dana sekitar Rp. 46. 637. 710. 000. Tapi kondisi di lapangan jalannya begitu-begitu saja, tampak kondisi bahu jalan mengalami kerusakan parah. Ironisnya disejumlah titik ruas bahu jalan kota Pangkalan kerinci Pelalawan sepanjang sekitar 5 km termasuk wilayah Desa Dundangan PKL. Sorek mengalami retak buaya.

Sementara Kepala Balai Proyek Jalan Negara (BPJN) Riau T. Yuliansyah melalui Satkernya Irzami  ketika hendak dikonfirmasi Cyber88, lewat selulernya, menjelaskan, bahwa kerusakan itu, bukan akibat pekerjaan, tapi karena di lokasi bekas rawa.

"Pihak BPJN Riau berusaha setiap kerusakan jalan nasional. Retaknya badan jalan di  Dundangan akibat muatan truk melintas melebihi tonase. Sehingga mengalami keretakan," ujarnya singkat.

Komentar Via Facebook :