UNTUK PERTAMA KALI, DPP FOREDER MENGGELAR DISKUSI PUBLIK.
CYBER88, Jakarta - DPP Forum Relawan Demokrasi (FOREDER) menggelar seminar diskusi kebangsaa yang bertema “Sinergitas” Penanganan Gurita Radikalisme, Intoleransi, Terorisme, Sabtu (30/11/2019) Layur rawamangun.
Diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat FOREDER Aidil Fitri sebagai tuan rumah, Ketua DPD FOREDER DKI Hendra, Ketua Dewan Pembina FOREDER Haidar Alwi, juga ada Mantan aktivis 98 Faisal Assegaf, kemudian ada Deputi tenaga ahli KSP Rawanda W. Tutorang (Binyo)
Ketua DPP FOREDER Aidil fitri dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi yang dilakukan untuk pertama kali ini adalah seri diskusi, yang artinya akan ada seri diskusi-diskusi lanjutan.
“intinya kita DPP FOREDER tidak akan berhenti dengan diskusi publik saat ini saja, untuk bagaimana kita menyikapi hal-hal kecil dan hal-hal besar terpenting dan bagaimana juga kita menyikapi hal-hal sosial dalam situasi politik saat ini” ,ucap aidil.
Pada pembukaan seminar tersebut Haidar menceritakan pengalaman pribadinya saat diminta menjadi pembicara mewakili umat islam indonesia dalam seminar dan pembentukan tim untuk penanganan radikalisme selama 3 hari di Teheran iran, di situlah semua tokoh dunia islam ikut hadir.
Dalam seminar itu mereka tokoh dunia islam sepakat mendukung dan membantu presiden Jokowi dalam upaya pemberantasan radikalisme terutama HTI dari bumi indonesia. Tokoh islam dunia mengatakan
“pak presiden jokowi, satu-satunya presiden yang berani membubarkan HTI pada masa jabatan yang 2 tahun itu, selama presiden sebelumnya soeharto sampai 10 th kepemimpinan SBY”. Saat berkuasa SBY pernah mengirim tuan guru bajang sebagai utusan menghampiri kantor ormas HTI masuk dan laporan kemudian tidak ada tindak lanjut, menurut laporan TGB dikantor HTI tersebut tidak didapatkan poto presiden dan lambing garuda, saat TGB menanyakan soal tersebut mereka mengatakan bahwa mereka tidak mengakui pemerintah, tidak mengakui Pancasila dan mereka menyatakan akan berperoses untuk mendirikan negara khilafah.
Menurut Haidar Indonesia ini terlalu seksi, dengan berbagai sumber kekayaan alam dan energi yang berlimpah maka tak heran dari sebagian mereka yang setiap kali mengintai negara Indonesia, sehingga (invisible hand) yang kerap ingin membuat kerusuhan agar negara ini menjadi terpecah belah sehingga kemudian dari kekacauan tersebut mereka mengambil kesempatan dan keuntungan.
Dalam kesempatan yang sama Faisal menyampaikan pujian “hanya ada beberapa relawan Jokowi yang memiliki tradisi diskusi yaitu ada di Foreder menurutnya banyak organisasi yang mengundang tapi saya tolak” ucap faisal. karena menurutnya banyak kelompok relawan yang kontruksi berfikirnya sekedar royalitas dalam kekuasaan, tapi kali ini faisal khusus buat Haidar dan kawan-kawan untuk hadir dalam seminar ini.
Menaggapi isyu radikalisme faissal berpesan “presiden, rakyat dan semua elemen masyarakat harus memerangi hawa nafsu, mau itu isyu intoleran, radikalisme semua itu hawa nafsu yang ada didalam diri manusia semua umat beragama, semua suku, etnis dan semua golongan. Jadi semua pemintaan saya pak Jokowi dan para penyelenggara untuk bangkit bersatu memerangi hawa nafsu memastikan kita sebagai anak bangsa untuk solid dan kompak menjaga kebinekaan, semoga kedepan semangat kesadaran semangat persaudaraan dan kebinekaan harus terus dipupuk dan dijaga dan saya juga berharap kepada kawan-kawan foreder konsisten dalam mendukung pemerintahan Jokowi terus mendorong perubahan kearah yang lebih baik, maju dan sejahtera” tambah faisal.
Terakhir Deputi tenaga ahli KSP Rawanda W. Tutorang (Binyo) menyampaikan pesan “bahwa kita perlu ikut serta membuat agenda setting untuk bangsa ini dan sekarang adalah saat yg paling tepat karena sebetulnya 100 th Indonesia itu sudah didepan mata 26 tahun lagi dari sekarang, dan itu akan terjadi jika kita disain dari sekarang sebab anak-anak muda itu akan berada pada usia-usia yg matang 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045 ketika itu, pada saat itulah mereka mengambil posisi-posisi penting dan strategis pada usia 40-50th , berdialog kepada mereka membicarakan visi dan misi kedepan maka Indonesia maju itu akan terwujud” ucap binyo.
Generasi muda yang paling berhasil dalam sejarah republik ini dan sampai saat ini adalah generasi 1908 dan 1928 sebab mereka itu sebelum jamannya sudah membicarakan Indonesia merdeka padahal mereka tidak punya referensi, tidak punya pengalaman tentang kemerdekaan itu seperti apa.
Karena wacana dapat mempengaruhi perilaku seseorang, dapat membuat marah orang, dapat membuat orang positif itu mudah, sebarkan konten-konten positif di timeline seperti facebook dilinimasa kita, kalo saja disebar berita berita positif itu maka orang yg membacanya juga akan berperilaku positif. (Rachmat)


Komentar Via Facebook :