Jembatan Sisa Exxon Nyaris Ambruk, Warga Lhoksukon Minta Pemda Bergerak Cepat
CYBER88 | Lhoksukon - Jembatan transmigrasi yang berada di pedalaman Aceh Utara nyaris ambruk yang memungkinkan menjadi ancaman ekonomi dan keselamatan warga sekitar. Sabtu, (28/05/22).
Telah berdiri selama 25 tahun lebih,
Jembatan penghubung kecamatan Langkahan Blok c Dusun Manjong dengan kecamatan Cot Girek merupakan
rangka besi sisa peninggalan Exxon Mobil yang telah ada selama puluhan tahun masih tampak utuh namun mulai menunjukkan tanda-tanda keropos itu berada di pemukiman transmigrasi Desa Serkei Kecamatan Langkahan Aceh Utara.
Dalam pengamatan kru media ini di lapangan dan berdasarkan informasi masyarakat sekitar bahwa pemerintah daerah sejauh ini belum berencana memperbaiki dan mengganti menjadi jembatan beton layak pakai.
Tampak kondisi jembatan dimana dua bagian mengalami kerusakan berat yaitu lantai papan dan batang kelapa melapuk akibat di makan waktu.
Selain itu timbunan kaki tulang jembatan bagian abutmen sebelah utara longsor sedalam 10 meter, sehingga abutmen sebelah utara menganga akibat gerusan air hujan, sementara dari hulu, sisi jembatan menghantam dinding pondasi abutment.
Kepala Desa Seurkei Aziz Rusmiono Sabtu (28/05/22) kepada awak media mengungkapkan, rasa keputusaan nya.
"Karena setiap tahun mengajukan proposal perbaikan jembatan tersebut, ke pemerintah daerah, provinsi dan pusat, belum memberikan lampu hijau kapan akan dilakukan perbaikan," jelasnya.
Aziz Rusmiono juga memperkirakan, cukup dengan anggaran Rp 700 juta, bagian longsor tersebut akan tertangani dengan sempurna.
“Makanya saya pesimis mengurus proposal bantuan perbaikan jembatan ini, kita sudah menghabiskan uang jutaan rupiah mengurus ke sana kemari. Begitu Detail indentifikasi disain juga sudah ada dan kita urus, namun sampai saat ini pemerintah belum juga tergerak memperbaikinya.
Kalau, kondisi dibiarkan, maka musim penghujan tahun ini, kemungkinan besar jembatan tersebut, longsor sebelah, dan lantainya akan jatuh ke dasar sungai," bebernya lagi.
Ia juga menambahkan jika hal ini terjadi, ribuan kepala keluarga masyarakat desa tersebut bahkan warga kecamatan Cot Girek yang setiap harinya memanfaatkan akses tersebut akan terlantar dan merugikan aktivitas mereka.
"Misalnya para pelajar, pedagang, dan masyarakat lain nya yang pasti akan terhalang aktivitas sehari-hari.
Harapan kepala desa tersebut, perbaikan atau rehab sedang ini, dapat segara ditindak lanjuti oleh pemerintah, dengan cara menutup longsor itu dengan plat, sehingga tanah tidak lagi longsor," ujarnya lagi.
Tono salah seorang warga desa Serkey juga menuturkan hal yang sama, dimana puluhan tahun warga transmigrasi bermata pencaharian sebagai petani sawit, mengandalkan jembatan peninggalan Exxon mobil tersebut.
"Iya lah pak, jembatan ini urat nadi kami, dimana kami mengangkut hasil bumi kami keluar, kalau longsor ini masih diabaikan dan pada akhirnya putus, maka kami sulit beraktifitas," harapnya dengan pasti. (Red/Marzuki)


Komentar Via Facebook :