Tidak Ada Tersangka Dalam Kasus Rokok Hasil Tangkapan Pihak Bea Cukai Dumai, DPD LSM GEMPUR Riau Pertanyakan Mental Oknum Bea Cukai

Tidak Ada Tersangka Dalam Kasus Rokok Hasil Tangkapan Pihak Bea Cukai Dumai, DPD LSM GEMPUR Riau Pertanyakan Mental Oknum Bea Cukai

CYBER88 | Dumai - Pasca pemberitaan di media ini, akhirnya pihak Bea Cukai Dumai kembali menangkap BB berupa Colt Diesel bermuatan rokok Luffman sebanyak 245 kotak/ kardus tersebut ditangkap menurut sumber di Jalan Merdeka Lama depan tokoh buah buahan Jaitun tepatnya samping Gg Bahagia Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai - Riau yang telah dilepas pihak Bea Cukai Dumai.

Melalui konferensi pers siang tadi, pihak KPPBC TMP B Dumai dalam penjelasannya berdalil bahwa si supir truk Colt Diesel No Pol BA 8698 MU yang mengangkut rokok ilegal dan makanan ringan itu adalah supir cabutan sehingga tidak mengetahui apa isi kotak kotak yang diangkutnya.

BACA JUGA  Mobil dan Rokok Hasil Tangkapan Pihak KPPBC TMP B Dumai Dilepas Kok Bisa

Sementara menurut sumber kru CYBER88. Saat penangkapan, mobil truk Colt Diesel yang mengangkut rokok tersebut sedang bergerak di Jalan Merdeka Lama kabar nya hendak menuju salah satu gudang di sekitaran Merdeka Lama.

Perilaku miris Bea Cukai Dumai yang seolah-olah mempermainkan hukum dan Undang-undang Kepabeanan menimbulkan kekecewaan DPD LSM GEMPUR Riau. 

" Adanya pemberitaan tentang kabar penangkapan mobil colt diesel bermuatan rokok non cukai yang di lepas pihak KPPBC TMP B Dumai sangatlah saya sayangkan. 

Sebagai Aparatur Penegak Hukum (APH), pihak KPPBC Dumai harus paham dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari kedinasan dan jabatannya. Mereka itu di gaji dan difasilitas oleh negara dengan menggunakan uang rakyat, seharusnya mereka ini tau akan tugas dan peraturan yang berlaku. Apa nggak malu lihat masyarakat," tukas bung Arif via telfon sore tadi.

Ia juga menambahkan seharusnya bersikap secara proporsional dan bertanggung jawab atas pamrih yang di terima dari negara. 

"Artinya jangan dipertontonkan yang kurang baik." Ujar bung Arif sembari mengucapkan geram mendengar tingkah dan mental oknum yang seperti itu. 

Sebab menurut nya selama ini masyarakat tahu peredaran rokok tanpa pita cukai yang dilakukan secara ilegal jadi menurut nya jangan menjadi seolah-olah lepas dari pantauan dan pengawasan petugas.

Dan menurut bung Arif, bahwa si supir, pengirim dan penerimanya di Dumai seharusnya di proses hukum. Sebab mereka menurut bung Arif sudah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku dan juga telah menimbulkan kerugian negara Indonesia.

"Ada satu hal yang harus diingat oleh oknum APH. Penyimpangan yang terjadi atas peredaran rokok ilegal merupakan kategori Perbuatan Melawan Hukum (PMH) hal ini juga berlaku bagi distributor dan atau pengecer," jelasnya lagi.

Juga pemakainya dan termasuk aparatur yang membekingi peredaran ini. 

"Sanksi hukum yang saya maksud sangat jelas, hal ini tertuang di Pasal 54 dan pasal 56 Undang-undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang pada Pasal 54, pasal 29, serta pasal 56.

Pihak KPPBC Dumai harus secara tegas dan konsisten dalam melakukan penegakan hukum. Jika tidak sanggup atau sudah bosan memakai seragam yang di gaji negara dari uang rakyat, lebih baik mengundurkan diri saja dari pada memberatkan beban negara." ujar bung Arif tegas.

Pernyataan dan pertanyaan hal yang sama juga terlontar dari salah satu masyarakat terkait kinerja KPPBC TMP B Dumai.

"Barang, mobil dan si sopir udah di gelandang ke KPPBC TMP B Dumai. Apa mungkin barang sebanyak itu tidak ada dokumen pengiriman. Nah didalam dokumen pengiriman apa tidak ada alamat dan si penerima barang.

Sungguh aneh. Berarti mereka tidak memahami penjelasan Undang Undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2006, tentang Kepabeanan. Dalam Undang Undang sudah sangat jelas disebutkan. Ada sangsi denda dan pidana bagi perseorangan dan perusahaan yang mengangkut dan menimbun barang import ilegal," ujar seorang warga Merdeka Lama yang tidak mau disebut namanya, Rabu (22/06/2022) menanggapi isi pres rilis tim Bea Cukai Dumai tersebut.

Komentar Via Facebook :