Diduga Tidak Dibayarkan Haknya Oleh Hermayalis, preman bentrok dengan warga dan aniaya warga menggunakan sajam hingga siram warga dengan minyak panas

Ratusan Preman Bayaran Aniaya Ibu dan Anak Saat Bentrok di KUD Iyo Basamo Desa Terantang Kampar

Ratusan Preman Bayaran Aniaya Ibu dan Anak Saat Bentrok di KUD Iyo Basamo Desa Terantang Kampar

CYBER88 | Kampar - Puluhan warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau karena mengalami luka-luka akibat penyerangan KUD Produsen Iyo Basamo  pada Ahad (19/6/2022) kemarin. Senin, (20/06/22).

Samurai ditangan preman bayaran yang hendak menyerang seorang bapak dan anak yang menjadi korban penganiayaan (ist)

Berdasarkan Informasi di lapangan sebagian dari mereka mengalami luka di bagian kepala. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak turut menjadi korban dalam insiden yang diduga konflik dipicu terkait lahan tersebut.

Tangkapan layar wajah preman yang aniaya warga yang hendak menyelamatkan diri (ist)

Hal ini terlihat dari video berdurasi 1 menit 42 detik jelas terjadinya bentrokan antara warga terantang diduga dianiaya dengan sejumlah orang yang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam.

Seorang wanita di video itu terlibat baku hantam serius dengan pria menggunakan helm hitam, pria itu memukul wanita itu dengan sebuah kayu lantas direbut kayu tersebut oleh ibu-ibu itu.

Preman yang juga membawa sajam saat terjadi pengeroyokan dan penganiayaan kepada warga (ist)

Tampak jelas kericuhan terjadi di kedua belah pihak, sementara di lokasi terjadi pertikaian pihak TNI berusaha melerai guna mengantisipasi timbul korban jiwa, akan tetapi suasana semakin memanas di lokasi tersebut.

Akibat dari insiden itu sejumlah warga mengalami luka-luka terkena senjata tajam samurai dari pihak orang yang tidak dikenal, hingga puluhan orang dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan proses visum dan perawatan intensif.

Hingga saat ini, rombongan korban konflik masih berada di RS Bhayangkara dan akan membuat laporan ke Polda Riau.

Ditempat ruangan SKCK, tampak seorang ibu dan anak, terlihat masih mengalami trauma berat atas insiden berdarah tersebut.

Iskandar Halim Munte.SH.MH selaku Pendamping hukum masyarakat desa Terantang mengatakan, ”kita akan melaporkan hal ini ke Polda Riau untuk diproses hukum," ujarnya.

Dirinya menilai, sangat disayangkan, pada hal warga Terantang merupakan pemilik sah kebun tersebut. Tercatat, lebih kurang sebanyak 200 anggota tergabung dalam kelompok tani, diduga tidak dibayarkan haknya oleh Hermayalis.

Sementara itu, diduga yang melakukan penganiayaan terhadap ibu-ibu dan anak- anak adalah preman-preman bayaran disuruh Hermayalis. “besok (hari ini-red) pihak kami akan melapor
Pasal yang akan dikenakan terkait para pelaku penganiayaan, akan diserah kepada pihak Kepolisian, Polda Riau .Tuntutan para pelaku penganiayaan dapat di proses hukum sesuai peraturan dan undang- undang yang berlaku.

“Diharapkan Kapolda Riau, dapat mengambil tindakan tegas dan menegakkan supremasi hukum di bumi lancang kuning Provinsi Riau. Tangkap aktor intelektual dibalik peristiwa berdarah ini. Tutupnya. 

Penasehat hukum warga Desa Terantang Semuel Matulessy SH.MH minta perhatian Kapolda atas premanisme yang dipakai oleh pimpinan koperasi Iyo Basamo yang sudah kalah pada putusan PT (Pengadilan Tinggi, red).

"Sehingga mengirim preman2 kurang lebih 100 Org utk mengusir pihak KUD Produsen Iyo Basamo dari lokasi lahan dan menyiksa Ibu2 dan anak2 ada yg kena samurai, dipukul dgn kayu, disiram dengan minyak panas...sehingga banyak yg luka2 memar..

Itu upaya yg dilakukan oleh polres Kampar dan sekretaris Pemda Kampar, berdamai untuk masalah perdatanya.

Sementara Penasihat Hukum menegaskan kasus penganiayaan harus ditangani sampai tuntas dan otak pelaku harus ditangkap. 

Harus hormati penegakan Hukum karena ini Negara Hukum bukan Negara Kekuasaan," tegas Samuel Matulessy via pesan WhatsApp.

Ketika kru media bertanya kepada Dirkrimum Polda Riau Teddy Ristiawan terkait apakah jajarannya sudah menetapkan para Tersangka via pesan WhatsApp malam ini, Teddy hanya membaca dan tidak merespon

Kembali kru media bertanya kepada orang nomor satu di Polda Riau Muhammad Iqbal dengan pertanyaan yang sama via pesan WhatsApp, Iqbal juga melakukan hal yang sama. **

Komentar Via Facebook :