Simulasi Pemadaman Kebakaran di Kosek I

Simulasi Pemadaman Kebakaran di Kosek I

CYBER88 | MedanTNI AU. Tampak api menyala membumbung tinggi ditambah dengan teriakan Personel Kosek I meminta pertolongan setelah Pesawat Sipil Kargo terjatuh karena gagal landing di Jalan Ex-CBD, Petugas safety dengan sigap memberitahu petugas piket jaga Kosek I untuk segera membunyikan sirene sebagai tanda adanya kebakaran.

Perwira jaga Letda Sus Samsumar 
selanjutnya melaporkan kejadian kepada pimpinan dan pihak-pihak yang terkait seperti Base Rescue Dinas Operasi Lanud Soewondo, Satpomau dan personel rumah sakit. Demikian skenario simulasi latihan kebakaran yang dilaksanakan di Makosek I (Jumat, 24/06/22).

Komandan Kosek I Marsekal Pertama TNI Mohammad Nurdin diwakili Pabandya 
Lambangja Letkol Sus T. Zainal dan seluruh personel Kosek I mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran.

Pabandya Lambangja selaku penanggung jawab pelaksana latihan, dalam pengantarnya menyampaikan antara lain mengharapkan kepada seluruh personel dapat memahami dari sosialisasi dan latihan pencegahan, penanggulangan bahaya kebakaran dan yang terpenting anggota dapat menggunakan peralatan pemadam kebakaran ringan (Apar) yang 
ada di Makosek I.

Setelah pelaksanaan simulasi latihan pemadam kebakaran, dilaksanakan 
sosialisasi yang disampaikan oleh Peltu Iwan Sinaga anggota Base Rescue Dinas Operasi Lanud Soewondo, menjelaskan ada tiga unsur api yang bisa menyebabkan kebakaran yaitu oksigen, panas, bahan yang mudah terbakar. Dengan adanya alat pemadaman kebakaran, akan memutus 
unsur api yang akan membesar, selain itu dipraktekkan juga penggunaan alat pemadam kebakaran ringan (Apar) yaitu Foam, DCP, Co2, BCF dan Buffet. “Untuk ruangan dan standby pesawat yang akan terbang Apar Co2 karena tidak menyebabkan efek yang merusak,” tegasnya.

Selanjutnya secara bergantian personel Kosek I mencoba memadamkan api meliputi tim pemadam kebakaran, perwira, PNS baik pria maupun wanita. Simulasi yang dilaksanakan ini merupakan simulasi penanggulangan bahaya kebakaran dengan menggunakan alat tradisional yaitu kain yang dibasahi air, kemudian ditutupkan pada objek yang terbakar.

Hal ini mampu memadamkan api secara cepat karena menghambat masuknya oksigen yang merupakan elemen 
penting dalam reaksi pembakaran.

Komentar Via Facebook :