Sekolah Pranikah berakhir di kecamatan Lebak Gede
CYBER88 | Cilegon– Sekolah pranikah yang di adakan di 8 kecamatan se-Kota Cilegon. melalui Dinas P3KAB berakhir di Kecamatan Lebak Gede Wilulang Pulomerak Cilegon,Rabu (29/06/2022).
Dalam penutupan acara sekolah pranikah ini Wakil Walikota Cilegon H Sanuji Panta Marta mengatakan, yang mana pentingnya pengetahuan sebelum pernikahan.
"Secara umum sekolah pranikah sukses berjalan baik dan saya berharap setelah ini anak anak harus dibangun suasana konsultatif kepada Dinas P3KAB, narasumber juga kepada kita, peserta di himbau untuk tetap mereka berkonsultasi agar pada waktunya nanti mereka bisa membangun rumah tangga yang terbaik." ucapnya
Pemerintah Cilegon membutuhkan rumah tangga yang harmonis dalam membangun Kota Cilegon bahwa rumah tangga itu membangun moral mental karakter.
"Jadi membangun rumah tangga ini penting, salah satu problematika kita adalah jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga kekerasan kepada anak harus kita hentikan, rumah tangga harus dibangun dengan baik RT Rw menghidupkan suasana perkampungan yang harmonis akur sedulur saling menasehati jangan sampai ada rumah tangga yang tidak terkontrol ujar Sanuji.
Sementara narasumber
Konselor Keluarga dari Yayasan Pendidikan Bina Insani.Hasto Harjoko menyampaikan kesannya selama ini estafet mengisi kegiatan sekolah pranikah ini di 8 kecamatan.
"Alhamdulillah kegiatan ini berjalan baik dan tidak ada kendala dan ini pelatihan yang bagus untuk bekal bagi para millenial terutama agar mereka mempunyai persiapan yang matang untuk nanti menikah, semua ilmu tentang pernikahan ini harusnya dimiliki oleh semua orang tidak harus millenial saja tetapi orang tua juga penting memiliki ilmunya."
"Ideal kematangan orang itu berbeda-beda kalau dari pemerintah usia 21th tapi sebenarnya bagi mereka yang dibawah itu masih bisa tetapi ada proses yang harus dilalui yaitu sidang sidang." Ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Dr.Kencana dari Dinas Kesehatan mengutarakan bahwa pelatihan sekolah pranikah keterkaitannya dengan stunting itu sangat penting sekali karena intervensi stunting dimulai sejak dalam kandungan namanya 1000 hari pertama kelahiran atau 1000 HPK.
"Dimulai sejak dalam kandungan, sehingga diintervensinya sejak menjadi calon pengantin ketika mereka hamil dia mempersiapkan kehamilan nya dengan baik sekali, jadi kita ingin anak anak yang dilahirkan bebas stunting sehingga mereka menjadi anak anak generasi yang sehat, diinfokan juga selain mempersiapkan pernikahan juga penting mempersiapkan kesehatan agar pasangan calon pengantin ini memahami pentingnya kesehatan dalam membangun rumah tangga." Katanya.
Sementara, Siti Zubaedah Fungsional Dinas P3AKb yang akrab di panggil Bu Sizu ini. Yang dengan setia dan cekatan memberikan pelayanan dalam kegiatan ini mengatakan Sekolah pranikah kita berakhir dikecamatan Pulomerak.
"Alhamdulilah sudah terlalui 8 kecamatan dan dari setiap kecamatan full. Semua pesertanya dari masing- masing millenial jumlahnya 50 peserta dan ditambah dari genre mahasiswa jumlah semua dari perkecamatan 76 peserta," ujarnya
"Narasumber- narasumber kita alhamdulillah tidak ada yang absen mereka semua hadir sekolah pranikah ini saya bilang tergolong sukses karena dari semua sudah diberikan kepeserta."
"Dan alhamdulilah media juga sangat mendukung kegiatan ini semakin banyak nya kaum millenial paham tentang stunting minimal dia bisa mengedukasi diri nya sendiri, dari keseluruhan peserta yang ada nantinya pelatihan ini akan terus berlanjut tidak hanya sampai disini saja," ungkap Sizu.


Komentar Via Facebook :