Tokoh Masyarakat Minta Hasil Kebun Sawit Milik 1.560 Peserta Koprasi Bina Mitra Sawit Diberdayakan Secara Adil
CYBER88 | Banyuasin -- Kusnan Basri (67) mewakili tokoh masyarakat Desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan Kab Banyuasin Sumsel, mendukung dan setuju, apabila hasil kebun sawit milik 1.560 peserta koprasi Bina Mitra Sawit hasil panen kebun kelapa sawit, hasil bulanannya diberikan dengan secara adil.
Jikalau pengurus koprasi mengucurkan sesuai dengan SK Bupati 675 peserta itu sejak kepemimpinan saya menjadi kepala desa beserta pihak peserta koprasi, telah diambil kebijakan sepakat mengucurkan menjadi 1560 peserta plasma sesuai dengan data yang telah disampaikan ke koprasi Bina Mitra sawit, "tutur Kusnan.
Kusnan mengatakan,demi untuk kebersamaan bersama maka 1.560 peserta petani semuanya kebagian hasil. karena lahan mereka menghasilkan di kelolah oleh PT. Hindoli dengan tujuan tercipta kedamaian kesejahteraan terhadap petani pemilik lahan peserta koprasi Bina Mitra Sawit, desa Penuguan.
"Kalau saya sangat setuju jikalau hasil kebun peserta koprasi sejumlah 1560 tersebut diberdayakan secara adil karena lahan mereka dikelolah oleh PT Hindoli," lanjut dia.
Kusnan menuturkan kisah sebuah pemikiran perjuangannya masa lalu yakni, asal lahan itu mayoritas atas pemberian desa untuk dikelolah dengan program kerja pola kemitraan dari lahan itu ada juga lahan warga milik pribadi yg ikut kerjasama.
Pengelolaan lahan peserta koprasi Bina Mitra Sawit bekerja sama dengan PT. Hindoli dengan progran kerja pola kemitraan tsb Pengelolaan lahan Untuk kesejahteraan masyarakat dengan dengan program kerja bagi hasil.
Kusnan menambahkan, Krologis awal terjadinya usaha koprasi dan PT. Hindoli. Itu asalnya tidak produktif katakanlah Lahan hutan belantara yang hanya dihuni monyet- monyet.
Dengan sebuah pemikiran dan program pemerintah itu maka lahan itu diberdayakan untuk masyarakat untuk dapat menghasilkan.
Sehingga kini telah menghasilkan. Jadi lebih baik nyaman damai dan menghasilkan daripada lahan itu dihuni oleh monyet - monyet, tegas Kusnan dengan ramah tamah ketika menerima kunjungan Cyber88 Sumatera Selatan di rumah kediamannya di Palembang beberapa waktu lalu.

Keluhan
Dampak dari pengurangan pembagian hasil dari 1. 560 peserta koprasi Bina Mitra sawit menjadi lebih kurang 675 peserta
mengakibatkan keluhan kelompok tani.
H. Sandek, mengeluh karena dari sejumlah paket kebunnya ada 6 (enam) nama- paket kebun keluarganya yang belum gajian alias belum diberikan hasilnya.
Sehingga H. Sandek merasa dirugikan dan belum ada keadilan," semua lahan saya dan keluarga semuanya akurat. untuk pembuktian kami sanggup turun kelapangan lahan itu dulunya lahan kebun kelapa dijadikan lahan kelapa sawit," tegas H. Sandek kepada Cyber 88 dihubungi dirumahnya desa Penuguan (3/4/2022).
Selain H. Sandek, ada yang lain diantaranya, Andi Fatta, juga mengeluh karena 8 (delapan) paket sawit nama - nama peserta lahan sawitnya dan keluarga juga belum di kucurkan oleh pengurus koprasi Bina Mitra sawit.
"Lahan kami itu dulunya lahan pribadi di ikut sertakan program koprasi namun sejak pengurus baru koprasi Bina Mitra sawit delapan paket tsb hasilnya belum diberikan.
Dan perlu diketahui surat lahan kami semuanya lengkap surat surat suratnya, kami sangup turun kelapangan membuktikan keberadaan lahan kami, " tegas Adi Fatta kepada Cyber88 bertemu di rumah H. Sandek (3/6/2022).
Wakil ketua terpilih koprasi Bina Mitra sawit mewakili ketua, Adenan kepada Cyber88 (3/6/2022) di kunjungi di rumahnya desa Penuguan menyampaikan, dia tidak dapat menjawab semuanya karena tidak banyak mengetahui karena baru terpilih menjadi pengurus koprasi Bina Mitra sawit.( Edy Faherul Kori ).


Komentar Via Facebook :