Jalan Nasional Bertahun-Tahun Hancur, Kontraktor, PPK dan Konsultan Diminta Bertanggung Jawab
CYBER88 | Toli Toli - Terkesan mubazir anggaran Proyek Preservasi Ruas Jalan Nasional Malala-Ogotua-Ogoamas-Tonggolobibi, yang di bandrol dengan nilai kontrak sebesar Rp.13,799.333.000, yang bersumber dari APBN tahun 2022, melalui Kementerian PUPR.
Proyek tersebut di kerjakan oleh PT Macini Raya Pratama, dengan nomor kontrak : HK.0203-Bb-14.5.4/15, dan sebagai konsultan pengawas di kerjakan oleh PT.Disiplin Consult-KSO PT.Bermuda. Rabu, (31/08/22).
Sementara pejabat Kementerian PUPR yang bertanggung jawab untuk mempertahankan status jalan nasional ruas Malala-Ogotua-Ogoamas-Tonggolobibi, agar tetap dalam kondisi mantap, dalam artian bebas lubang dan genangan air, serta ketinggian rumput di antara 4-10 cm, di antaranya: Stenly Arthur Massie, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.4), dan Edwin Cristhofel, sebagai Kepala Satuan Kerja (Satker) Wilayah I Sulawesi Tengah, sementara Areif Rizaldi sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Provinsi Sulawesi Tengah.
Hasil investigasi media ini pada Sabtu 27/8/2022, di sepanjang ruas tersebut, yang mana kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan karena terlihat hancur-hancuran, di karenakan lubang di badan jalan yang di sertakan dengan genangan air, seakan sulit terhindarkan oleh pengendara, ketinggian rumput di bahu jalan pun tidak mau kala, yang telah mencapai dua meter lebih, terdapat tumpukan longsoran material yang telah menutupi sebagian badan jalan pun seakan menjadi pajangan di badan jalan, juga terdapat beberapa titik longsoran di bahu jalan dengan kedalaman yang cukup serius, dan hal itu selain mengakibatkan penyempitan badan jalan, juga bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.
Sangat miris ketika diketahui dari berbagai sumber pada jalan nasional ruas Malala-Ogotua-Ogoamas-Tonggolobibi setiap tahun puluhan milyar anggaran APBN di alokasikan melalui paket preservasi untuk pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di sepanjang ruas tersebut
Kuat dugaan paket preservasi setiap tahun di kerjakan asal jadi, seperti halnya terlihat pada paket preservasi tahun 2022 yang di kerjakan oleh PT.Macini Raya Pratama, diduga di kerjakan asal jadi, seakan tanpa ada pengawasan baik dari pihak pejabat Kementerian PUPR pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah XIV Sulteng, mapun konsultan pengawas. Betapa tidak, kontrak masih berjalan namun hasil pekerjaan telah terdapat kerusakan di beberapa titik, baik itu pekerjaan patching, pasangan batu dan seansit telah terjadi kerusakan
Iskandar, salah satu tokoh pemudah Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, ketika di temui di kediamanya mengatakan, siapa saja yang melintas di ruas jalan nasional pasti tau kondisi jalannya yang telah hancur dan sangat bobrok (lubang dan longsoran di mana-mana) memang kondisi kerusakan badan jalan maupun bahu jalan telah berlangsung beberapa tahun sudah, namun terkesan tidak ada penanganan dari pihak PUPR dalam hal ini pihak BPJN wilyah XIV Sulteng sebagai penanggung jawab pada jalan nasional.
Sementara di ruas tersebut, hampir setiap tahun di alokasikan anggran paket preservasi, seperti halnya tahun 2021 ada PT.Silkar Nasional yang mendapatkan kontrak di ruas Malala-Ogotua-Ogoamas-Tonggolobibi dengan nilai kontrak Rp.13,727.590,00, dan tahun 2022 kembali di alokasikan anggaran preservasi sebesar Rp.13,799.333.000, yang di menangkan oleh PT.Macini Raya Pratama, maka sangat miris kalau kerusakan yang cukup mengancam keselamatan pengguna jalan terkesan terjadi pembiaran tanpa penanganan sampai bertahun-tahun
Terkait dugaan kerusakan hasil pekerjaan PT.Macini Raya Pratama yang baru selesai di kerjakan telah mengalami kerusakan, di mohon kepada pihak BPJN agar mengintruksikan kepada pihak konsultan maupun pengawas dari pihak BPJN agar bisa selalu berada di setiap titik lokasi pekerjaan guna melakukan pungsi pengawasan terhadap kinerja kontraktor
Harapan kami sebagai masyarakat pengguna jalan nasional, agar pihak BPJN XIV Sulteng, lebih mengarahkan pihak kontraktor untuk menangani titik-titik yang cukup rawan, dan juga pihak kontraktor yang masih dalam masa pemeliharaan agar di mintakan tanggung jawabnya untuk memperbaiki hasil pekerjaannya yang telah rusak. Jangan sampai tiba waktu Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan, mereka (kontraktor) sudah tidak melaksanakan kewajibannya.Dan kami mendesak kepada pihak PPK 1.4, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas agar bisa bertanggung jawab, dengan segerah menangani kerusakan yang ada, tutup Iskandar dengan penuh harap.
Stenly Arthur Massie selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.4) ruas Malala-Ogotua-Ogoamas-Tonggolobibi, ketika di mintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp dini hari rabu 31/8/2022, mengatakan, baik terima kasih infonya, hal itu akan di tangani melalui paket MYC tahun 2022-2023 penanganan longsoran (8 lereng bawah 5 lereng atas, dan semua permasalahan longsoran sudah diidentifikasi oleh BPJN, dan konsultan perencana lagi sementara mendesain
Lanjut kata Stenly, terkait kerusakan hasil pekerjaan pihak rekanan, PT.Macini Raya Pratama, saya telah menyurat untuk perbaiki kerusakannya, dan besok pagi mereka (kontraktor) sudah mulai meng cutter/potong aspal-aspal (patching) yang berlubang baik itu lubang baru mapun lubang lama, karena volume awal CAP sudah habis. "Maka saya CO dengan pekerjaan lainnya untuk bisa menutupi lubang (potholes) retak buaya (deformasi)-lubang," ucapnya.
Sementara Edwin Cristhofel sebagai Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) wilyah I Sulteng, menjawab konfirmasi media ini pada 31/8/2022, mengucapkan terimakasih atas masukannya. Ia juga menambahkan untuk penanganan longsegmen tahun 2022, dengan kontraktor PT.Macini Raya Pratama sedang berlangsung sampai dengan bulan desember 2022 dengan volume yang sudah tertera dalam kontrak.
"Adapun titik-titik longsoran yang belum di akomodir dalam kontrak SYC tahuin 2021 sedang di usulkan sebagai paket baru MYC tahun 2022-2023," jelasnya.
Sementara Hj. Salma Rahman selaku direktur dari PT Macini Raya Pratama, sampai berita ini di naikan, tidak memberikan tanggapan sementara pesan terlihat telah di baca.


Komentar Via Facebook :