Terkait Adanya KPM BPNT di Desa Cihampelas yang Merasa Dirugikan, Ini Penjelasan Pihak Suplayer dan Kadus
CYBER88 | KBB -- Terkait adanya sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di wilayah Desa Cihampelas Bandung Barat yang merasa dirugikan lantaran adanya dugaan pengkondisian pembelanjaan di salah satu e-warong, yang menilai jauh diatas harga normal, pihak pemerintah desa memberikan klarifikasi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait.
Dalam Klarifikasi yang dihadiri oleh Kepala Desa, perwakilan Kadus, dan Ketua forum RW Desa Cihampelas, Udin, pihak suplayer, menyampaikan bahwa kegiatan kemarin adalah murni untuk membantu masyarakat agar bisa berbelanja di e-Warong miliknya.
“Saya menjamin apabila masyarakat berbelanja sendiri di warung lain atau dipasar maka tidak akan mendapatkan paket sembako seperti dari e-warong milik saya, dengan jumlah nominal Rp.200ribu apalagi dengan kenaikan BBM sekarang ini,” jelasnya Udin di dikantor Kepala Desa, Senin (19/9/2022).
Hal ini pun dibenarkan oleh Perwakilan Kadus yang mengatakan hal yang sama dengan Udin bahwa hal ini untuk mempermudah.
“Kami hanya membantu masyarakat untuk mempermudah saja. Apalagi kami tidak memungut ongkos kirim atau pungutan lainnya dalam proses pengiriman sembako tersebut,” kata Kadus.
Jadi ini betul-betul bentuk pelayanan kami kepada warga yang bekerja sama dengan para Ketua RW dan sebenarnya tidak semua PKM yang dipungut dan berbelanja di E warong Pa Udin,” imbuhnya.
Menyikapi hal ini, pengamat sosial menyampaikan, tujuan ini memang mulia dalam rangka membantu kebutuhan masyarakat.
“Tapi ketika melibatkan aparatur Desa maka ini yang tidak sesuai dengan PEDUM penyaluran BPNT,” cetusnya.
Biarkan saja masyarakat berbelanja sesuai kebutuhannya karena uang tersebut disalurkan secara tunai kecuali kalau uang tersebut berbentuk e-walet,” tambah nya.
Karena sesungguhnya walaupun kita bertujuan baik tapi ketika berbenturan dengan aturan yang telah ditetapkan maka tujuan tersebut tidak berlaku,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan di wilayah Desa Cihampelas, ada 1132 KPM menerima bantuan sembako yang berbarengan dengan BLT BBM di kantor desa. Usai menerima bantuan tersebut, meraka diminta untuk menyerahkan sejumlah Rp.200 ribu untuk dibelanjakan di salah satu e-waroeng yang sudah dikondisikan. Namun, ada beberapa KPM yang menilai harga terlalu mahal dan mereka merasa dirugikan. (yus')


Komentar Via Facebook :