Kasus Dugaan Pengeroyokan di Area Pantai WTC, Penyidik Tetapkan 7 Orang Pelaku Jadi Tersangka 

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Area Pantai WTC, Penyidik Tetapkan 7 Orang Pelaku Jadi Tersangka 

CYBER88 | Raja Ampat – Penyidik Polres Raja Ampat berhasil mengamankan 7 (tujuh) orang tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana secara terbuka dan bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang subsider penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan pernyataan yang disampaikan penyidik dalam Press Release yang digelar di Mapolres Raja Ampat, Polda Papua Barat , Jumat (30/2022), bahwa kasus tersebut dilatarbelakangi adanya masalah antar sebagian pelaku dengan korban pada kejadian sebelumnya.

Kasus ini bermula pada tanggal 9 September 2022 pukul 00:00 WIT di area pantai WTC, Kota Waisai, Raja Ampat. Yang mana pada saat itu bertepatan dengan acara penutupan kegiatan HUT ke-21 Partai Demokrat.

Adapun 7 (tujuh) orang tersangka yang diamankan Polisi, yakni DAY (26), YW (23),MD (27), SYK (29),YVK (28),HCNW, (32) dan EK (31). Para tersangka ini diduga kuat terlibat dalam kasus penganiyaan yang mengakibatkan korban Alm. Hamdani Edy. R (21) meninggal dunia.

"Pada saat penutupan acara HUT ke-21 Partai Demokrat yang dilaksanakan di Pantai WTC Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat sekitar pukul 00:00 WIT. Saat itu Korban bersama teman-temannya sedang nongkrong di seputaran patung lumba-lumba  sebelah kanan arah pintu masuk pantai WTC.

Di seputar patung lumba-lumba,Korban dan teman-temannya yang terbagi atas dua kelompok berada pada tempat yang berbeda. Ada satu kelompok yang nongkrong di bagian atas pundak patung lumba-lumba dan ada kelompok berada di bagian pinggiran bak kolam dari patung lumba-lumba tersebut.

Sementara posisi korban pada saat itu berada dengan kelompok yang nongkrong di atas pundak patung lumba-lumba. Jarak antara dua kelompok tersebut sekitar 3-4 meter saja.

Selang beberapa saat , usai penutupan acara HUT di Pantai WTC, EK dari arah dalam Pantai WTC dengan jarak sekitar 3-4 meter menyampaikan kepada korban "cuman memang bicara saja," Omongan EK kemudian dijawab oleh korban “kamu cuman memang pukul borong saja”. 

Setelah itu, EK kembali berjalan ke arah dalam Pantai WTC atau ke arah panggung hiburan. Tidak lama kemudian datanglah pelaku MD bersama DY menyerang korban yang saat itu berada di atas punggung patung lumba-lumba, dan kemudian disusul oleh YW dan YVK.

Akibat dari pukulan dari pelaku DAY, korban kemudian terjatuh ke dalam bak atau kolam dari patung lumba-lumba tersebut. Pada saat korban terjatuh ke dalam kolam, kemudian datang SYK dan HCNW bergabung dengan rekan-rekannya, yakni pelaku EK, MD, DAY, YW dan YVK.

Dengan situasi tersebut, korban sulit menghindari para pelaku, akibatnya baju yang saat itu dikenakan korban mengalami robek di bagian leher karena ditarik oleh salah satu pelaku.

Sementara proses pengeroyokan oleh pelaku SYK, HCNW, EK, MD, DAY, YW dan YVK terhadap korban masih berlangsung, datanglah Saksi AR (Ibu korban) untuk melerai pengeroyokan yang terjadi. Namun, saksi AR merupakan seorang wanita yang tenaganya tidak sebanding dengan tenaga para pelaku. Melihat kondisi seperti itu, Saksi RM kemudian datang untuk membantu melerainya.

Setelah pengeroyokan itu berhasil dilerai, kemudian datang petugas (Polisi) mengamankan pelaku ke pos pengamanan. Selanjutnya korban pun pulang ke rumahnya. Setiba di rumah, korban menyampaikan kepada saksi ICLR untuk tenang 
di Rumah.selang beberapa saat, ada suara dari luar yang mengatakan,“ gara-gara kamu sampe saya pu mama mantu mau mati di depan aska (Salah satu cafe/restoran di depan Pantai WTC)”.

Mendengar suara dari luar rumah tersebut, korban kemudian mengambil gergaji berjalan keluar dari rumahnya, kemudian diikuti oleh saksi ICLR keluar rumah, ke arah pertigaan pintu gerbang masuk pantai WTC. Setelah itu, kejadian pengeroyokan pun kembali terjadi di jalan raya atau jalan depan pintu gerbang masuk arah pantai WTC.

Pada saat itu petugas sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan fokus untuk membubarkan massa dengan melepaskan tembakan sebanyak satu kali. Dengan demikian, korban berhasil diamankan Petugas, yang mana saat itu korban sudah tergeletak di atas aspal sehingga korban pun diangkat ke tepi jalan raya.

Dikarenakan kondisi korban yang tidak begitu baik, akhirnya korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) oleh petugas menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis.

Selanjutnya, Petugas kemudian mengamankan 1 batang kayu yang saat itu dipegang oleh pelaku HCNW. Yang mana, Awalnya pelaku tidak mau menyerahkannya kepada petugas. Selain itu, petugas juga mengamankan 1 buah gergaji  milik korban yang saat itu gergaji tersebut sudah ada tangan pelaku DAY.

Pada saat itu, petugas juga berupaya mengamankan YVK, dikarenakan pelaku masih YVK terlihat masih aktif di lapangan. Akan tetapi, YVK sempat melarikan diri dengan dibonceng oleh seseorang ke arah perempatan kantor DPRD.

Lebih lanjut, setelah ke-esokan harinya sekitar pukul 10:00 WIT, korban dikabarkan dari Rumah Sakit Umum telah meninggal dunia. Selanjutnya, sekitar pukul 11: 00 WIT, petugas berhasil mengamankan para pelaku yang berjumlah sebanyak 7 orang untuk dilakukan proses hukum.

”Para tersangka dugaan tindak pidana secara terbuka dan bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang subsider penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini disangkakan dengan Pasal 170 ayat (2) ke (3) KUAPidana subsider Pasal 351 ayat (3) KUPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 (Dua Belas) Tahun, subsider pidana penjara 7 tahun”. Tandas Kapolres Raja Ampat, AKBP Edwin Parsaoran, S.IK , M.IK didampingi Kasat Reskrim, Iptu. Dani Afrizal  Saputra, S,Tr.k

Menurut Kapolres Raja Ampat, terkait kasus ini, tidak menutup kemungkinan para tersangka akan bertambah. Hingga saat ini, Penyidik masih terus berupaya melakukan pengembangan dari kasus tersebut.

Terkait perkembangan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, Iptu. Dani Afrizal Saputra , menegaskan, penyidik sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada kejaksaan dan sudah melengkapi berkas perkara serta secepatnya dilakukan tahap satu (I). 

Untuk barang bukti yang berhasil disita oleh penyidik, diantaranya, satu buah kaos oblong, satu buah gergaji bergagang kayung dengan ciri-ciri berwarna hitam bertuliskan Indonesian culture, bergambarkan barong, satu potong kayu dengan ciri-ciri panjang sekitar 1 meter persegi 5X5.
(A.M)

Komentar Via Facebook :