Pembangunan Jalan Poros Desa Sungonlegowo Kualitasnya Dipertanyakan
CYBER88 | Gresik - Proyek pembangunan Jalan Poros Desa Sugonlegowo Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik Patut Dipertanyakan Kualitasnya. Pasalnya pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Bantuan Keuangan Kabupaten senilai 145 Juta tahun 2022 terdapat beberapa Paving Blok yang mudah rontok
Sayuti selaku Kepala Desa Sungonlegowo ketika di konfirmasi mengatakan kalau ada paving blok yang rusak akan di bongkar dan di ganti.
"Itu pembangunan baru semua, paving yang lama itu langsung di tumpangi diatasnya, dan terkait paving yang mudah rontok itu nanti pelaksana nya tak panggile mas, karena sudah ada panitia nya sendiri. Kalau nanti ada pemasangan yang kurang bagus tinggal di bongkar dan di ganti, mumpung belum terlanjur akan kita benarkan." Ujar Sayuti kepada awak media di kantor desa, Rabu (5/10)
Terpisah salah satu pekerja ketika di temui media ini mengatakan memang ada beberapa paving yang rusak tapi tidak di pasang, dan pihaknya mengaku bukan asli warga desa Sungonlegowo melainkan warga luar.
"Ya itu ada beberapa paving yang rusak tapi sudah di sisihkan, saya warga Kecamatan Balongpanggang tiap hari pulang dan ada dari Kecamatan Benjeng juga mas."ucapnya singkat Kamis, (6/10)
Sementara itu ketua pelaksana pembangunan Ahmad robach dikonfirmasi tim media di kantor desa mengatakan bahwa Pavingnya beli dari Pabrik Varia.
"Itu masih pengerjaan 50 % dan kwalitasnya K400, untuk paving yang rontok itu nanti saya komplain kan ke Pabrik biar di ganti, semua pavingnya baru nggak ada yang bekas, yang mengirim itu pabrik Varia. Biasanya kalau ada yang rusak nanti akan diganti sama pabriknya."ujar ketua pelaksana di kantor desa, Kamis (6/10).
Disinggung soal Pekerja dari luar desa, Ahmad Robach mengaku bahwa ada campuran warga luar.
"Ya memang ada campuran warga luar, satu dua orang, karena memang mereka minta tolong pada kita butuh pekerjaan mas, makanya kita bantu. Terkadang ada orang luar tapi istri nya asli orang sini."kata nya.
Menanggapi hal ini B salah satu aktivis kabupaten Gresik mempertanyakan Kualitas Paving dan adanya pekerja dari luar desa.
"Kalau saya melihat ada beberapa Paving blok yang pecah dan rontok, itu perlu di lakukan tes lab biar jelas Kwalitas paving yang di pasang untuk pembangunan jalan poros desa tersebut. Karena dalam proyek yang harus di perhatikan adalah kualitas bukan kuantitas." Ungkap Aktivis berinisial B tersebut.
"Terkait dengan pekerja orang luar seharusnya diprioritaskan warga desa sendiri, kecuali tim ahli atau tukang boleh menggunakan orang luar 1 atau 2 orang.
Disamping itu juga sesuai dengan arahan pemerintah dalam program padat karya tunai, yang artinya kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal, bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," Jelasnya.


Komentar Via Facebook :