Tanggul Sungai Kualuh Jebol Ancam Banjiri Dua Desa, Komisi C DPRD Labura Angkat Suara
CYBER88 I Labura – Tanggul Sungai Kualuh kembali erosi di sekitar lokasi Dusun Kampung Jeruk, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Jumat (28/10/2022) pukul 09.00 Wib.
Runtuhnya tanggul secara tiba–tiba mengakibatkan pohon waru penahan tanggul tergerus erosi, sehingga sepanjang 50 meter dan ketebalan dinding tanggul tersisa 1 meter lagi.
Hal ini bisa berdampak akan mengancam ratusan rumah penduduk dimana ada 2 Desa yaitu Dusun Huta, Kampung Jeruk, Tanjung Selamat Selatan dan Sidotani yang akan menerima dampak tanggul erosi.
Kepala Dusun Kampung Jeruk Bapak Hemi saat meninjau lokasi tanggul, terlihat waspada di sekitar lokasi sungai yang sebelumnya pernah terkikis air sungai Kualuh.
"Kami berharap pemerintah untuk segera melakukan Bronjong dan kipas permanen untuk mengalihkan derasnya air yang mengalir ke dinding tanggul, harapan warga ada perhatian serius dari pemerintah untuk menanggulangi secara darurat terhadap tanggul itu," pintanya.
“Pagi tadi pada saat saya menuju ke kantor Desa Tanjung Pasir, saya menyempatkan diri untuk meninjau lokasi tanggul tadi tiba–tiba pohon waru tumbang sampai diterjang derasnya air sungai Kualuh. Kami khawatir kalau hujan deras dan sungai meluap bakal jebol parah membanjiri rumah warga,” keluh Kadus, Hemi.
Hemi mengharapkan agar pihak berwenang menanggani tanggul itu dengan memperbaiki sementara secara darurat dimana menurut pihak Kadus bahwa Proposal sudah disampaikan ke pihak pemerintah Desa Tanjung Pasir.
“Kami di sini masih was – was, kalau ini dibiarkan terus takutnya bakal jebol malam-malam dalam keadaan kami terlelap tidur. Kami minta pemerintah segera ambil tindakan,” pinta Hemi.
Terpisah, Politisi Syahrul Siagian dari komisi C DPRD Labura saat dihubungi awak media, juga meminta kepada Dinas PU Provinsi dan DPR Provsu untuk turut berperan mengatasi masalah perbaikan benteng sungai Kualuh.
“Kita sedang meminta ke Dinas PU Pemprovsu dan DPR Provsu untuk segera turun ke lapangan. Untuk untuk mengecek lokasi – lokasi rawan di sepanjang Sungai Kualuh yang terancam jebol bentengnya, agar dapat diatasi,” pungkas Syahrul Siagian.
"Anggaran dari Provinsi pada tahun sebelumnya sudah kami realisasikan, untuk membuat benteng penahan banjir yang berlokasi dekat benteng sungai Kualuh, hanya saja di waktu pengerjaan masyarakat meminta ganti rugi untuk pohon sawit dan tanah yang diambil untuk penimbunan benteng, sementara kendalanya dari pemerintah provinsi belum ada anggaran untuk mengganti rugi lahan petani sekitar lokasi tanggul," terangnya.


Komentar Via Facebook :