RS Dadi Keluarga Ciamis Minta Jaminan BPKB Atau Sertifikat Tanah, Ketua FMPP: Ini RS Apa Pegadaian?
CYBER88 | Ciamis -- Kabar terkait sulitnya kepulangan pasein di RS Dadi Keluarga Ciamis yang belum bisa melunasi biaya perawatan kembali mencuat kepermukaan.
Sebelumnya diberitakan terkait keluhan salah satu tokoh masyarakat Ciamis dalam tajuk "Tokoh Masyarakat Keluhkan Penahanan Pasein Tak Bisa Lunasi Biaya Perawatan di RS Dadi Keluarga, Ini Komentar Wakil Rakyat".
AR, istri pasein yang sebelumnya dirawat di menyebut, bahwa pihak RS Dadi Keluarga meminta jaminan BPKB Motor atau Sertifikat Tanah, untuk menutupi kekurangan biaya perawatan suaminya (AS).
Lanjut dia, suaminya masuk RS Dadi Keluarga pada minggu 23/10/2022 akibat patah tulang pada kakinya.
Hal itu, disebabkan oleh terjadinya kecelakaan kendaraan dijalan Tol soreang," ucap AR, pada Cyber88.co.id, kamis (3/11/ 2022).
Kata dia, sebelum dirawat saya sempat menanyakan ke pihak RS terkait fasilitas BPJS karena ini kecelakaan.
Namun, salah satu karyawan rumah sakit menjelaskan BPJS atas Nama AS masih punya tunggakan sejak 2017. Supaya BPJS bisa dipakai untuk sisa biaya perawatan dari klem asuransi jasaraharja.
AR menuturkan, bahwa pihak keluarga menginginkan korban bisa mendapatkan perawatan yang maksimal untuk pemasangan Pen di kedua kaki dengan kisaran biaya Rp.30 juta.
"Ahirnya saya lunasi seluruh tunggakan BPJS beserta dengan dendanya dengan biaya 3 juta rupiah ke BPJS Kesehatan pada sabtu 29 Oktober 2022 dan dokter memperbolehkan pulang suami saya," Ujarnya dengan nada sedih.
Masih menurut AR, setelah dirinya menanyakan kepada bagian keuangan RS Dadi Keluarga, ternyata total biaya perawatan sekitar 49.500.000 rupiah.
"Saat itu saya bingung, karena saya hanya pegang uang 12 juta dan dari mana saya lunasi sisa biaya perawatan," suami saya, sementara, saat pihak RS meminta jaminan, saya tak mempunyai." keluh AR.
"Jangankan BPKB motor atau sertifikat tanah. untuk biaya sehari - hari saja hanya cukup buat makan. Belum lagi kekurangan biaya perawatan. Kalau tidak percaya, silahkan pihak RS lihat kondisi keadaan keluarga kami.
Saat itu saya cuma bisa menangis, karena BPJS tidak bisa digunakan sebelum adanya surat penolakan dari pihak Jasaraharja. begitupun dengan asuransi jasaraharja, yang tidak bisa di klem karena sudah terjadi islah secara kekeluargaan," tuturnya.
Terpisah, Yuda Pratama, Ketua Umum Forum Mahasiswa dan Pemuda Pasundan (FMPP) Kabupaten Ciamis mengatakan bahwa dirinya hanya sekemampuan yang didorong kepedulian sosial.
Dengan adanya kejadian ini, Yuda mengaku kecewa dengan RS Dudi Keluarga
Kenapa pihak RS sampai meminta jaminan yang sepadan seperti BPKB atau Sertifikat tanah? Ini RS atau Pegadean," katanya saat dihubungi Cyber88.co.id melalui sambungan seluler, Kamis (3/11/2022)
Yuda berharap, Dinkes Ciamis beserta DPRD Ciamis melalui Komisi ( D ) segera turun tangan dan memanggil Direktur RS Dadi Keluarga dalam hal ini. Karena menurut dia, dalam kejadian ini, ada dugaan pelanggaran protap atau SOP.
"Hal tersebut terlihat dalam pelayanan, pasein kesakitan yang habis obat dan infusan dibiarkan begitu saja oleh para pelayanan Nakes atau perawat di RS tersebut," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :