Ini Hasil Pekerjaan yang n Menelan Anggaran 189 Miliyar Yang Dikerjakan Oleh
Pekerjaan Preservasi Jalan yang Dikerjakan Oleh PT Modern Widya Tehnical Jadi Sorotan, Ini Faktanya
CYBER88 | Ciamis -- Pekerjaan Preservasi Jalan Ciamis – Banjar – Pangandaran – BTS Jateng yang dikerjakan oleh PT Modern Widya Tehnical menjadi sorotan. Pasalnya, lapisan pertama Hotmix sudah retak dan bergelombang.
Beberapa pihak menilai, pihak Kontraktor kurang maksimal dalam pemadatan dalam pekerjaan yang menelan anggaran sebesar Rp.189.669.478.000 yang berseumber dari Kementrian PUTR dengan No SPK HK. 02.03./ PJN Wil. III - Jabar/PPK3.3/VII/2022/01 itu.
Menurut keterangan Asep, salah warga Kabupaten Ciamis, pekerjaan tersebut sudah dikerjakan sejak bulan Juli 2022 lalu. Sebagian jalan baru selesai awal bulan November 2022.
“Nak terletak di jalan raya Ciamis, Banjar, Pangandaran tepatnya masuk wilayah kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis ini sudah retak dan bergelombang,” Sebutnya.
Ia pun sangat menyayangkan pekerjaan yang menelan anggaran hamper 200 Miliar seolah tak memperhatikan Kwalitas sehingga hasilnya jelek. Padahal, lanjut dia, Kegiatan penanganan jalan tersebut Nasional tersebut harus dapat secara optimal melayani lalu-lintas sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai.
“Pekerjaan dengan anggaran 189 Miliyar ko begini. Padahal, pekerjaan Hotmix di Kabupaten Ciamis yang dikerjakan dengan anggaran APBD saja hasilnya terlihat lebih baik dari pekerjaan ini,” Cetus Asep, Rabu (16/11/2022).
Kata dia, awalnya jalan ini sebelum diperbaiki bergelombang, tapi melihat hasil pekerjaan yang sudah diperbaiki tak ada bedanya.
Dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatshap, Opi, salah satu pelaksana pekerjaan dari PT Modern Widya Tehnical menyampaikan bahwa pekerjaan Hotmix baru satu lapis karena masih dalam tahap percobaan.
“Justru kita open trafficth sekalian buat ngecek perkerasannya sudah stabil apa belum. Itu baru satu lapis, jadi kita juga sudah mulai untuk perbaikan,” Singkatnya.
Sementara itu, menanggapi hal ini, Prima Pribadi, satu Aktivis Kabupaten Ciamis menduga bahwa pekerjaan yang menelan anggaran 189 Miliyar sudah retak dan bergelombang diakibatkan adanya penurunan Spesifikasi.
“Walaupun ada keterangan dari pelaksana PT Modern Widya Tehnical bahwa pengerjaan ini baru satu lapis, namun hal ini tidak bisa dibiarkan. Pihak BPKRI dan Aparat Penegak Hukum harus segera menelusuri, apakah pekerjaan tersebut benar - benar sudah dilaksanakan sesuai gambar perencanaan atau tidak,”ucap prima.
Perlu kita sikapi, Jalan Nasional Ciamis, Banjar, Pangandaran merupakan akses utama bagi warga menuju pantai pangandaran. Permukaan jalan dan kekuatan jalan berada pada tumpuan bawah atau awal, karena itu merupakan pondasi. Jadi, Kalau dari awal saja sudah retak, mau dua atau tiga lapis pun tidak akan berpengaruh.yang ada hasilnya akan tetap jelek, ”Sambung Prima Menandaskan.
Ia meminta pihak Kementerian PUPR harus mengkroscek kelapangan dan membongkar kembali pekerjaan tersebut.
Apabila ditemukan penyebab kenakalan yang dilakukan dalam pekerjaan tersebut harus ditindak, “pungkasnya. ( Samsu)


Komentar Via Facebook :