Bupati Muhamat Marasabessy Terima Duta Parenting, Tekan Stunting di Kabupaten Maluku Tengah

Bupati Muhamat Marasabessy Terima Duta Parenting, Tekan Stunting di Kabupaten Maluku Tengah

CYBER88 | Maluku - Bupati kabupaten Maluku Tengah Muhamat Marasabessy beserta istri ketua pengerak PKK kabupaten Maluku Tengah, Bela Marasabessy menerima kunjungan kerja dari Ketua Penggerak PKK Provinsi Maluku sekaligus Duta Parenting dan Bunda Literasi Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail dalam Rapat Koordinasi serta monitoring dan Evaluasi Percepatan penurunan Stunting di kabupaten Maluku Tengah, yang berlangsung di Baileo Ir. soekarno, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (22/11/22).

Percepatan penurunan stunting merupakan prioritas Nasional yang sedang diupayakan oleh pemerintah pada saat ini. Target yang sudah ditetapkan dalam RPJMN 2020-2024 adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada Tahun 2024.

Untuk itu Bupati kabupaten Maluku Tengah Muhamat Marasabessy menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi- tingginya atas kunjungan kerja Widya Murad Ismail selaku Duta Parenting sekaligus Bunda Literasi Provinsi Maluku. 

Salah satu tantangan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas adalah stunting. Dalam pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting diperlukan kolaborasi di tingkat lapangan bersama lintas sektor terkait. 

"Tim Pendamping Keluarga (TPK) diharapkan berperan sebagai ujung tombak percepatan penurunan stunting, termasuk mengawal proses percepatan penurunan stunting dari hulu terutama dalam pencegahan, mulai dari proses inkubasi hingga melakukan tindakan pencegahan lain dari faktor langsung penyebab stunting." Ungkapnya Marasabessy

Pencegahan dan percepatan penurunan stunting ini tentu tidak hanya dapat di lakukan oleh dinas tertentu, tetapi membutuhkan kolaborasi dan koordinasi semua pihak lintas sektoral.

Berdasarkan data dari World Bank Tahun 2020, permasalahan stunting di Indonesia berada di urutan ke 115 dari 151 negara di dunia. Penyebab tingginya angka stunting diantaranya kurangnya asupan gizi kronis, rendahnya cakupan akses air, sinitasi penduduk yang memiliki akses air minum berkualitas, rendahnya pendidikan orang tua, pola asuh yang salah, dan kurangnya tenaga kesehatan terutama ahli gizi dalam pemantauan perkembangan balita.

"Pengentasan stunting harus dilakukan secara terpadu serta butuh komitmen yang kuat, tanpa komitmen dan kemauan yang kuat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting, maka gerakan kita hari ini pastilah sia-sia. Tentunya harus kita tangani secara baik, terukur, terarah dan akuntabel, melalui kerja nyata, kerja cepat dan kerja giat." Tutupnya

Hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Sekretaris Daerah kabupaten Maluku Tengah Rakib Sahubawa, Forkopimda Kab Maluku Tengah, Para Asisten dan Staf Ahli, Pimpinan OPD Provinsi Maluku & Kabupaten Maluku Tengah, Para Camat, Upu Latu dan Ina Latu se-Kabupaten Maluku Tengah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Rekan-rekan Media.

Komentar Via Facebook :