Pembangunan Peningkatan Jalan Serah - Tebuwung Diduga Tidak Sesuai Spek, LSM Penjara Indonesia Minta Bongkar 

Pembangunan Peningkatan Jalan Serah - Tebuwung Diduga Tidak Sesuai Spek, LSM Penjara Indonesia Minta Bongkar 

CYBER88 | Gresik -- Pembangunan daerah merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan menyediakan berbagai layanan untuk masyarakat maupun daerah itu sendiri secara berkelanjutan. Hal itu bertujuan guna peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, peningkatan akses dan kualitas pelayanan publik. Dalam Pelaksanaannya, pembangunan turut melibatkan segala aspek kehidupan bangsa.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam Pembangunan mensyaratkan adanya feedback atau umpan balik dari semua elemen masyarakat yang ada untuk mengontrolnya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Terkait pembangunan peningkatan jalan Serah - Tebuwung, kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, jawa timur yang bersumber dari APBD Kabupaten Gresik senilai Rp. 799.813.432, yang di kerjakan oleh CV Bahtera Energi Struktur dengan Konsultan CV Satu Garis Lurus, disoal LSM Penjara Indonesia pembangunan tersebut untuk pembangunan aspal beserta saluran airnya.

Dr. Achmad Hadi, S.P., M.T. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ketika dikonfirmasi Cyber88.co id melalui telepon WhatsApp mengatakan, sudah dievaluasi dan disampaikan ke PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

"Sudah kita evaluasi dan disampaikan ke PPK-nya sama penyedia jasa juga, nanti untuk lebih jelasnya bisa tanya langsung ke PPK nya. Laporan sekilas kemarin minta dibongkar semua yang tidak sesuai, itu informasi dari PPK nya mas."ujarnya, Rabu, (9/11).

Terpisah Zainul Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Jawa timur mengatakan pembangunan tersebut disinyalir tidak sesuai dengan RAB, dan terkesan asal jadi.

"Pembangunan peningkatan jalan Serah - Panceng jelas tidak sesuai dengan RAB, dan terkesan asal jadi. Pasalnya, dalam pengerjaan pembangunan tersebut didapati menggunakan batu oplosan untuk pembangunan drainase nya, yaitu menggunakan batu kali dengan batu paving blok."ujar Zainul.

"la menilai, mungkin ini terjadi akibat lemahnya pengawasan dari Consultan serta Dinas Pekerjaan Umum membuka peluang melencengnya pekerjaan dari ketentuan."

"Kemarin kita sudah melayangkan surat aduan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kabupaten Gresik. Harapan kami segera di bongkar dan di kembalikan sesuai dengan RAB, jika tidak ada tindakan dari pihak-pihak terkait, kami siap melaporkan ke Kejaksaan, Karena sudah jelas merugikan negara."Jelas Zainul.

"Sekitar satu minggu yang lalu kita sudah bertemu sama pihak pelaksana nya di wilayah kabupaten Sidoarjo, katanya sudah dibongkar terkait campuran material batu kali dengan Paving blok. Tapi setelah saya suruh cek anggota yang di sana masih belum dilakukan pembongkaran."pungkasnya.

Komentar Via Facebook :