SMPN 1 Cilegon Rayakan HUT Guru Nasional, Reny Damayanti Terharu
Foto bersama, Kepala sekolah, dewan guru beserta staf SMP Negeri 1 Cilegon.(25/11/2022)
CYBER88 | Cilegon – Peringati hari Guru Nasional ke 77 SMP Negeri 1 Cilegon menggelar acara Parade Guru, Bertempat di halaman SMPN 1 Cilegon, Jumat (25/11)
"Seorang guru ibarat sebuah pelita. Dengan ilmunya guru bisa memberi penerangan kepada murid- muridnya.sehingga kita bisa melihat mana yang bai dan mana yang buruk".
Acara dimulai pukul 07:00 awali dengan doa bersama dan mendengarkan Tausiah dari Zaenal Muttaqin, guru PAI SMPN 1 Cilegon, Parade guru, pemotongan tumpeng, pemberian buket bunga dari OSIS kepada kepala sekolah, guru serta staf, tukar kado antar guru, pengumuman serta penyerahan hadiah lomba kostum pahlawan dan di akhiri dengan ramah tamah.
Dikesempatan ini Hj Reny Damayanti,S. Pd.,M.Pd. Kepala sekolah SMPN 1 Cilegon menyampaikan, ucapan terima kasih dan sangat mengapresiasi acara yang di selenggarakan pada hari ini.
"Hari ini kejutan bagi kami para guru mereka membuat acara ulang tahun seperti ini, mereka menyanjung kami, mereka membuat hari ini di special bagi kami, ini sangat luar biasa, apalagi dengan puisi-puisi itu kan kata-katanya itu mereka bilang, "Kaki kami tidak secepat kaki ibu, telinga kami tidak sebagus mendengar seperti bapak ibu", Jadi mereka merasa kami para guru ini mulia, ini membuat kami terharu," tutur Kepala Sekolah.
"Terima kasih kepada semua siswa siswi, dan para guru, serta staf, terlebih kepada OSIS dan guru pembinanya yang sudah menyelenggarakan acara yang istimewa ini," ucapnya.
Terlihat sekali keakraban antara guru dan murid di SMPN1 Cilegon ini tak luput dari peranan kepala sekolah yang bijak dan super kreatif dan aktif ini.
" Kepada para guru saya berpesan, ini adalah hari ulang tahun terus bersemangat mengabdi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ini kita harus ikhlas mengabdi di dunia pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa. Harapan saya kepada siswa- siswi SMPN1 ini, hormatilah gurunya seperti mereka menghormati orang tua, sayangi seperti mereka menyayangi orang tuanya dan Ikuti apa yang dilarang oleh guru-gurunya sehingga mereka bisa menyamakan antara guru, siswa dan orang tuanya." Tutupnya.
Sementara, Rani Maharani guru pembina OSIS memaparkan, bahwa ide kreatif ini bermula dari anak-anak osis yang ingin merayakan hari Ulang Tahun Guru Nasional ini.
"Kami hanya menjembatani apa keinginan anak dan guru, semua persiapan di lakukan bersama, yang mana tadi ada yang bernyanyi, bakat dan potensi ini yang perlu kita kembangkan," jelasnya.
"Begitu pula dengan buket, buket itu kami buat sendiri, dalam kegiatan OSIS. Anak Osis kita ajarkan untuk bagaimana mereka memiliki keterampilan soft skill nya harus punya jadi kita sambil mengajari anak dengan hati mereka membentuk buket bunga ini jadi kita nggak beli," imbuhnya.
Acara berlangsung penuh hikmat tanpa mengabaikan protokol kesehatan.


Komentar Via Facebook :