Karyawan PTPN7 Bunga Mayang Tewas Tergiling Mesin Gula Putih
Karyawan PTPN7 Bunga Mayang yang tewas tergiling mesin (4/11/2022)
CYBER88 | LAMPUNG - Salah satu buruh harian lepas pabrik gula PTPN VII Bungamayang Kecamatan Bungamayang Lampung Utara tewas tergiling mesin meja tebu.
Berdasarkan informasi yang didapat, Korban bernama Sbri (40) warga Dusun IV Desa Sukadana Udik Kecamatan Bungamayang Lampung Utara, Senin (05/12.)
Peristiwa naas itu terjadi pada hari Sabtu (3/12/2022) sekira pukul 17.00 Wib. Dimana pada saat itu HN operator meja tebu mendengar teriakan dari seorang pekerja kebersihan tanah di meja tebu bagian timur.
"Saya mendengar orang berteriak minta tolong, lalu saya pun teriak dan berlari ke Erwin salah satu operator meja tebu lainnya, agar segera mematikan mesin meja tebu bagian timur tersebut," kata HN.
"Setelah mesin meja tebu dimatikan, kami memanggil asisten jaga untuk memberitahukan telah terjadi kecelakaan dimeja tebu timur," tambahnya.
"Kemudian, saya, Hidayat serta Mardi Santoso langsung turun kebawah untuk membantu melepas dan memotong rantai conveyor. Setelah rantai conveyor dipotong korban langsung di evakuasi dan dilarikan ke klinik Pratama PTPN VII Bunga Mayang. Namun naas, Meski sempat mendapatkan pertolongan pertama dari petugas medis, berdasarkan hasil pemeriksaan korban dinyatakan telah meninggal dunia," tutup HN.
Sementara itu, Camat Bunga Mayang, Hepni saat dikonfirmasi melalui Whats App nya Minggu malam (4/12/2022) membenarkan peristiwa naas tersebut menimpa salah satu warganya yakni warga Desa Sukadana Udik.
” Iya benar korban warga Desa Sukadana Udik, tapi saya belum tahu betul informasinya, karena jam 20.00 saya baru tiba dari Rumah sakit Bandar Jaya,” kata Camat Bunga Mayang.
Ditempat terpisah Efan Humas perusahaan juga Kabag SDM, saat di konfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, "ya memang telah terjadi kecelakaan kerja di perusahaan kami."
"Akan tetapi saya belum bisa memberikan keterangan secara rinci terkait penyebab terjadi kecelakaan kerja yang menewaskan salah satu karyawan kami, nantilah kita tunggu penyelidikan dahulu," tutup Efan.(Ver)


Komentar Via Facebook :