Cyber88 dan Filosofi Rumpun Bambu
CYBER88 | Banten -- Acara perayaan HUT Cyber88 yang baru usai dilaksanakan bisa dilihat dari berbagai perspektif dan sudut pandang.
Disaat bersamaan, acara yang dilaksanakan secara sederhana itu ternyata mengandung banyak hikmah berasal dari keprihatinan bersama sebagai keluarga besar Cyber88, dan juga harapan-harapan baru di tengah dinamika kehidupan pers nasional dimana Cyber88 sudah menjadi bagian tidak terpisahkan sesuai dengan segmen pembacanya.
Tak urung, realitas kekinian yang muncul dalam sesi-sesi dialog dan diskusi internal itupun direspon oleh Ketua Dewan Redaksi Cyber88 Uden Caraka dengan menggunakan banyak idiom, istilah, terminologi, analogi, juga filosofi-filosofi yang mungkin baru terdengar oleh telinga beberapa jurnalis Cyber88 yang tergolong 'orang baru' di dunia jurnalistik.
"Dalam usianya yang baru saja menginjak 4 tahun, Cyber88 tergolong masih bayi, baru bisa melangkah tertatih-tatih di tengah tantangan kehidupan dunia jurnalistik yang begitu banyak ragamnya. Tetapi Cyber88 sudah dapat membuktikan eksistensinya hingga saat sekarang ini. Sudah banyak ujian dan tantangan persoalan yang dihadapi oleh Cyber88, dan setiap ujian serta tantangan yang bisa datang setiap saat itu justru menjadikan Cyber88 semakin kuat dan kokoh berdiri di hadapan masyarakat pembacanya," begitu kata Uden Caraka.
Menurut sebuah sumber: pada periode 2020-2021 ada sekitar 2700 media online yang bermunculan tetapi (hingga saat sekarang ini) hanya sekitar ratusan yang bisa tetap bertahan menghadirkan berita dan informasi di tengah masyarakat berkebutuhan membaca -- sisanya seperti dalam kondisi mati suri.
"Kondisi-kondisi mati suri seperti dialami oleh banyak media online lain, boleh jadi bukan cuma adanya persaingan dan rebutan pangsa pasar pembaca, tapi bisa juga karena adanya faktor-faktor internal terkait dengan mentalitas para jurnalisnya," lanjut Ketua Dewan Redaksi Cyber88.
Cyber88 hingga saat ini masih menggunakan 'manajemen pintu terbuka' bagi orang-orang yang ingin mengembangkan bakat menulisnya, dan selama tidak melanggar hal-hal yang sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik yang mengikat bagi para wartawan.
"Manajemen kekeluargaan, itulah yang menjadikan Cyber88 menjadi semakin kokoh dan kuat di tengah bermacam ujian dan tantangannya. Pengelolaan sebuah industri media online berbasis kebersamaan dan kekeluargaan itulah yang menjadikan Cyber88 tetap bisa eksis bahkan saat ini Kepala Bironya sudah ada di semua daerah di Indonesia -- dari Aceh sampai Papua Barat. Dan rasa saling memiliki Cyber88 menjadi faktor penting dalam pengelolaannya," kata Uden Caraka.
Disamping itu, pengelolaan Cyber88 juga tidak lepas dari pergerakan alam semesta yang mengatur semua kehidupan -- termasuk dalam kehidupan dunia jurnalistik. Ada kosmos dan mikrokosmos serta instrumen pendukung pergerakan alam semesta. Semua saling menopang dan memberi kontribusi dalam pergerakan alam semesta. Begitu juga dengan yang ada di dalam Cyber88 ini -- disitu ada simbiosis-mutualisme dan ada juga simbiosis-parasitisme.
"Cyber88 sudah seperti pohon bambu yang akarnya kuat menghujam dan meluas di dalam ranah pemberitaan dan informasi hingga pada akhirnya bertumbuh kembang di atas permukaan bumi. Hal seperti itu jelas membutuhkan waktu serta proses disertai dengan tantangannya -- tidak bisa dilakukan dengan cara serba instan. Cyber88 bukan jenis pohon toge yang bisa tumbuh cepat tetapi kemudian layu dalam sesaat," lanjut Ketua Dewan Redaksi Cyber88.
"Rasa saling memiliki di dalam keluarga besar Cyber88 ini menjadi faktor yang sangat penting di tengah dinamika kehidupan media jurnalistik berbasis online. Rasa saling memiliki itu seperti kata Kabiro Kota Sukabumi, Bang Jimmy, dimana ada aku disana ada Cyber88," begitu kata Uden Caraka selaku Ketua Dewan Redaksi Cyber88 menutup sesi dialog dan diskusi interaktif dengan mengutip pernyataan Jimmy Kabiro Cyber88 Kota Sukabumi.


Komentar Via Facebook :