Saya harus menangis atau tertawa?
Kematian Sosok Politikus di Tahun Politik
Politikus Lieus Sungkharisma
CYBER88 - Yang melekat dalam ingatan publik tentang sosok politikus yang satu ini yang sudah malang melintang sejak era Orde Baru berkuasa adalah perilaku politiknya yang dituding merusak.
Kemarin malam (25/01/2023), di sejumlah grup WA, begitu ramai mengabarkan tentang kematiannya.
Yang bikin ramai justru komentar-komentar dan dialog di sejumlah grup WA itu.
Sungguh, saya berduka mendengar kabar duka tentang wafatnya sahabat lama saya itu.
Tapi kok bisa-bisanya saya menangis sambil tertawa?
Selama ini saya tidak pernah peduli dengan pilihan jalan politik orang-orang yang pernah saya kenal di masa lalu.
Namun, publik juga berhak untuk merawat ingatannya, mencatat setiap nama politikus yang dianggap merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hingga kemudian muncul istilah: "orangnya yang itu-itu aja."
Dan sosok politikus yang kemarin malam dikabarkan wafat adalah salah satu dari yang selama ini dikenal sebagai bagian kelompok "orang yang itu-itu aja."
Komentar dan dialog yang absurd dan ganjil pun muncul tak terelakkan.
"Sulit dipercaya bahwa sosok seperti dia bisa meninggal dunia. Saya pikir tidak bisa mati," begitu celetuk seseorang dengan penuh rasa takjub keheranan.
Yang lain menyambut lebih tidak percaya lagi.
"Memang seharusnya kita jangan percaya begitu saja dengan kabar kematiannya. Sosok seperti dia itu punya reputasi politik yang sudah terbukti mampu membodohi masyarakat skala nasional, dan dipelihara oleh bouheer-bouheer yang anti pemerintah. Dia lihai, licin, dan culas. Jangan-jangan kabar kematiannya cuma sensasi politik di tahun politik saat ini?"
Bahkan tidak sedikit jumlah orang yang sepertinya tidak ikut berduka malah menyemburkan sumpah serapah atas perilaku politiknya yang diingat publik selama ini.
Yang lain mengingatkan agar forum diskusi dapat memiliki rasa empati dalam suasana duka ini.
"Nggak usah ada komentar berupa caci-maki di forum ini. Tapi untuk sosok politikus yang sama-sama kita tahu bagaimana perilaku politik dia selama ini, setidaknya kita harus tetap waspada dan hati-hati. Kita harus dapat memastikan dengan baik dan benar: dia itu sesungguhnya wafat, meninggal dunia, tewas, mati, ko'it, apa modar? Yang mana yang benar?"
Sungguh, saya ikut berduka dengan kabar kematian di tahun politik saat ini. Tapi saya jadi bingung membaca komentar-komentar seperti itu.
Saya harus menangis atau tertawa?


Komentar Via Facebook :