Tergiur Kerja di Luar Negeri, Warga Majalengka Tertipu Oknum Calo PJTKI, Keluarga Korban: Kami akan Lapor Polisi
Ilustrasi Oknum PJTKI
CYBER88 | Majalengka – Tiga orang warga di Kabupaten majalengka merasa kecewa lantaran merasa tertipu oleh Dadang yang mengaku sebagai sponsor PJTKI. Mereka diminta sejumlah uang oleh pria yang diketahui merupakan warga Desa Cipinang Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa barat ini dengan iming iming dapat pekerjaan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI
Anisa (21) salah satu korban pada Cyber88.co.id menceritakan bahwa pada 2021 kedatangan seeorang yang mengaku dari pihak petugas sponsor PJTKI menawarkan pekerjaan ke Australia dan meminta uang sebesar Rp.40juta untuk administrasi.
“Waktu itu sebelum berangkat saya akan dibuatkan paspor dan saya pun langsung diminta Medical check up. Kemudian saya diminta uang sesar Rp.30 juta karena menurutnya sudah lolos Medical check up. Sisanya yang Rp.10 juta lagi saya serahkan setelah Medical check up yang kedua,” Tutur Anisa dikediamannya di blok minggu RT 2 RW 1 Desa Gunungsari Kecamatan Kasokandel Majalengka, Rabu (8/2/2023)
Selang beberapa waktu, lanjut Anisa, dia mencoba menanyakan jadwal keberangkatan. Namun menurut Petugas dan Sponsor PJTKI untuk ke Australia tidak bias diberangkatkan dengan alasan prosesnya lama.
“Mereka jadinya menawarkan berangkat ke Taiwan saja dan saya siap siap saja. Namun hingga kini tidak ada kabar beritanya,” Keluh Anisa, sembari memperlihatkan Kwitansi penyerahan uang pada oknum sponsor tersebut.
Sementara, dua warga lainnya yang merasa kena tipu Dadang adalah Putri Dwi Desiana (17) dan Adi Ardiyanto (23) warga blok Kamis RT 04 RW 0 7 Desa Ranjiwetan Kecamatan Kasokandel. Mereka juga diminta sejumlah uang untuk administrasi. Namun seperti halnya Anisa, Putri dan Adi pun akhirnya gigit jari.
Keduanya menuturkan, pada awal bulan Desember tahun 2022 kedatangan Dadang yang mengaku sebagai sponsor PJTKI dan menawarkan pekerjaan di Brunai Darusallam. Tertarik dengan tawaran tersebut, Putrid an Adi lantas menyerahkan uang Rp.10 yang diminta oleh Dadang dengan alasan untuk administrasi.
“Namun sampai saat ini juga belum kejelasannya dari Dadang selaku sponsor tersebut dan saya merasa kecewa dan kena tipu karena dirugikan oleh pihak seponsor PJTKI tersebut,” Cetusnya dikediaman orang tuanya.
Orang tua mereka pun sangat kecewa dengan hal ini. Anaknya ternyata ditipu oleh Dadang yang mengaku sebagai sponsor PJTKI.
"Saya selaku orang tua merasa kecewa dan tertipu oleh pihak seponsor PJTKI yang bernama Dadang K ini dimana sampai saat ini tidak ada kejelasan. Kalau Dadang tidak segera mengembalikan uang yang anak kami berikan, maka saya akan lapor pada polisi,” Tandasnya.
Sementara itu, saat dihubungi via WhatsApp, Dadang K yang mengaku sedang berada di Jakarta, berdalih hal itu terjadi karena ada kesalahan teknis. Ia pun berjanji akan mengembalikan uang yang diterimanya.
“Memang betul pada saat itu saya juga telah memberikan kabar dan uang jaminan itu saya akan dikembalikan lagi. Sehubungan Pihak kedua Calon Tenaga kerja ke Asean tepatnya ke Brunei Bahkan uang juga saya sudah diterima sebesar Rp 10 juta dan saya segera untuk menggantikan kembali,” Kata Dadang.
Dadang yang mengaku sebagai seponsor PJTKI dari PT Darma kerta Cirebon ini menjelaskan, katanya prosedur sudah ditempuhnya dan sudah ada rekom daripada Disnakertrans.
“Pada bulan Desember lalu saya datang kerumahnya untuk memberikan kejelasan, namun kedua calon tersebut mengundurkan diri. Intinya saya akan mengembalikan dan sekarang sedang mencari uangnya dulu pak. Sekarang saya lagi di Jakarta, “Ucap Dadang sembari memohon untuk tidak dipublikasikan dan dia pun tidak menjelaskan terkait uang Rp.50 juta yang diserahkan oleh Anisa (Tatang).


Komentar Via Facebook :