Bejat! Seorang Ayah di Tiyuh Totomulyo Tubaba, Tega Cabuli Anak Kandungnya Selama 6 Tahun
Ilustasi
CYBER88 | Tubaba -- Sungguh bejat sekali moral pria Beinisial H warga Tiyuh (Desa) Totomulyo Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung. Dengan tega dia mencabuli seorang gadis selama bertahun tahun dan diduga kerap melakukan kekerasan pada korban yang tak lain adalah darah dagingnya sendiri.
Diketahui, ibu kandung korban sedang merantau ke luar Negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Kasus pencabulan ini terungkap beberapa waktu lalu saat korban mengalami penganiayaan dan menceritakan pengalaman pahitnya selama bertahun tahun pada temannya. Penganiayaan terjadi kurang lebih antara 1 minggu yang lalu sekitar pukul 23.00 wib.
Setelah melakukan tindak kekerasan, ayahnya meminta korban untuk tidur. Pada saat itulah korban menceritakan kejadian yang menimpanya selama ini pada temannya itu.
Ternyata, korban telah mengalami pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya itu sejak berumur 10 tahun sampai dengan sekarang diusianya yang sudah 16 tahun.
Keesokan paginnya teman korban (T) menceritakan kejadian tersebut kepada nenek korban. Mendengar kabar dari teman korban, nenek korban dan keluarga yang lain menanyakan kepada korban, dan korban pun akhirnya menceritakan kejadian itu kepada keluarganya.
Tak terima dengan apa yang sudah dilakukan pelaku pada korban, keluarga segera memanggil pelaku dan akhirnya dalam musyawarah dibuatlah surat pernyataan.
Dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak dan saksikan oleh Carik dan Kepala Tiyuh pelaku mengakui segala perbuatan yang dilakukannya pada korban selama ini.
Pelaku pun diganjar harus segera angkat kaki dari Tiyuh Totomulyo dan siap dicerai oleh istri dan keluar dari rumah tanpa membawa barang apapun.
Informasi yang beredar di masyarakat, pelaku diberikan uang tunai Rp.2,5 juta oleh kepala tiyuh dan di suruh untuk pergi dari Tiyuh Totomulyo.
Saat dikonfirmasi awak Media Cyber88, dikediamannya (30/05) Sunyoto, Kepalo Tiyuh Desa Toto Mulyo membenarkan adanya Kejadian pencabulan dan penganiaya tersebut.
“Malam setelah Kejadian itu, saya diminta datang ke rumah keluarga korban untuk musyawarah terkait yang dilakukan pelaku. Kata saya mau diapakan si pelaku, kalo mau dipanggil APH, saya telpon, saya kembalikan kekeluarga korban, jangan kita suruh pergi saya sejauh mungkin dari Desa sini, malam ini langsung kita suruh pergi, "Ungkap Kepalo Tiyuh sembari menirukan perkataan salah satu keluarga pelaku.
"Ya malam setelah membuat surat pernyataan si pelaku langsung angkat dari rumah, berhubung sudah larut malam, saya meminta pelaku, besok saja perginya karena saya kasihan sama dia,” Ujarnya.
Ditanya Kemana perginya pelaku, Kepalo Tiyuh mengatakan bahwa pelaku pergi Ke Bangka karena orang tuanya ada di sana juga. (A Gun).


Komentar Via Facebook :