Pondok Perambah Hutan di TNTN Pelalawan Dibakar Petugas

Pondok Perambah Hutan di TNTN Pelalawan Dibakar Petugas

CYBER88 | PELALAWAN - Petugas Balai Taman Nasional Tesso Nillo menemukan pondok yang dibangun perambah kawasan dilindungi. Tak ayal, pondok itu langsung dibakar. 

Pondok itu digunakan perambah hutan untuk beristirahat usai menggarap kawasan hutan menjadi perkebunan. Namun sayang para pelaku tidak ditemukan di lokasi.

Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro mengatakan ada enam pondok perambah hutan TNTN di Pelalawan yang dibakar.  Dia menyebutkan, pondok itu dibakar di dalam kawasan sejak sepekan terakhir ini.

"Kita melakukan upaya penertiban dengan membongkar dan membakar sejumlah pondok yang didirikan perambah TNTN," ujar Heru, Rabu (30/8).

Menurut Heru keberadaan pondok-pondok perambah ini akan merusak keberadaan hutan alam yang ada. Sebab, hutan tersebut menjadi habitat yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan populasi gajah sumatera, harimau sumatera, tapir, macan dahan dan satwa penting lainnya.

"Balai TNTN akan terus melakukan upaya maksimal untuk menghentikan segala aktivitas yang merusak kawasan taman Nasional Tesso Nilo. Ini merupakan aset daerah, nasional dan internasional," tegas Heru.

Heru menyebutkan, penindakan itu dilakukan setelah di sejumlah lokasi terjadi kebakaran. Benar saja, setelah dicek ditemukan hutan telah dibabat dan berdiri pondok-pondok illegal.

"Petugas melakukan penertiban setelah terjadinya kebakaran hutan di beberapa wilayah beberapa waktu lalu dengan luas kebakaran mencapai 50 hektar. Jadi kita menemukan pondok di sekitar lokasi kebakaran," kata Heru.

Padahal sebelumnya petugas TNTN telah memberi peringatan lebih dahulu. Yakni dengan memasang rambu-rambu dan peringatan kepada para perambah, tapi tak dipedulikan pelaku.

"Jumlah total ada enam pondok perambah yang kita bongkar dan bakar," jelasnya.

Pondok pertama ada di koordinat 0.241583 S, 101.912962 E. Di sana petugas merobohkan dan memusnahkan pondok perambah yang ada di grid I19. Pondok tersebut berada di lokasi bekas karhutla.

Tak sampai di situ, petugas melanjutkan perjalanan ke titik koordinat di 0.244687 S, 101.921264 E. Di situ petugas menemukan pondok perambah kedua dan langsung dirobohkan.

Selanjutnya tim bergerak menuju koordinat 0.243766 S, 101.917336 E. Di lokasi juga tim merobohkan pondok perambah yang berdiri di lokasi. Begitu juga pada grid K18, titik koordinat 0.275541 S, 101.907205 E tim melakukan penanaman tanaman hutan diareal bekas kebakaran.

Kemudian petugas bergerak menuju ke grid K19, tim tiba di lokasi 0.275491 S, 101.919421 E. Lokasi ini merupakan pondok masyarakat yang telah diberi peringatan oleh tim untuk meninggalkan pondok tersebut. 

"Tetapi pelaku tetap nekat membangun pondok, sehingga kita putuskan untuk membongkar dan membakarnya," jelas Heru.

Heru mengatakan dari enam pondok yang dibakar tak ada satupun pelaku diamankan. Sebab, pelaku pemilik pondok rata-rata hanya jadi penjaga kebun.

"Pelaku tidak ditemukan karena sudah pada melarikan diri. Mereka penjaga saja," ucap Heru. (Red/san)

Komentar Via Facebook :