4 Orang Diduga Coba Melakukan Perampasan Mobil dan Penjebakan

4 Orang Diduga Coba Melakukan Perampasan Mobil dan Penjebakan

CYBER88, Pekanbaru - Warga jalan Sepakat, Kecamatan Tanayan Raya, Kota Pekanbaru, menjadi korban oleh 4 Oknum tidak dikenal yang diduga mau merampas satu Unit Mobil yang dikendarai oleh Idris (48), dan Genjo Sinaga (21), di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Pada Rabu sore (04/12/19) Sekitar Jam 15.20 WIB. Keterangan dari Korban, Genjo Sinaga yang di hubungi oleh Wartawan Cyber88 melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "kejadiannya di Jalan Arifin Ahmad didekat Lampu Merah Arengka, ketika kami masuk ke Jalan Arifin Ahmad menuju pulang, tiba-tiba ada Mobil Avanza mencurigakan dan langsung menutup jalan kami dengan memalangkan mobilnya tepat didepan kami." Kata Genjo kepada Wartawan Cyber88 melalui telepon, kamis, (05/12/19). Genjo juga menambahkan, Empat orang itu dicurigai akan melakukan perampokan kepada mereka. "Kami sangat terkejut 4 orang keluar dari mobil avanza tersebut, dan langsung melakukan pengecekan kepada kami, satu orang diam didalam mobil, ada satu orang merekam, satu orang lagi mengobrol dengan saya, dan yang satunya lagi mencoba melakukan pencabutan kunci mobil yang kami kendarai dengan pak Idris." Kata Genjo. Tidak terima dengan perlakuan Oknum yang mencoba merampas kunci mobil, Idris mencoba melakukan perlawan kepada Oknum yang ingin mencabut kunci mobilnya, dan sempat terjadi cekcok antara Pak Idris dengan Oknum yang diduga Perampas itu, terjadi tarik menarik kunci mobil. Selanjutnya, 4 Orang yang diduga mencoba melakukan perampasan itu, menenangkan Pak Idris dan Orang yg mencoba mencabut kunci mobil tadi, dengan mengajak Idris dan Genjo untuk duduk dan berunding di sebuah Warung didekat lokasi kejadian sekitar 10 Meter dari tempat kejadian, untuk membicarakannya baik-baik. "Setelah sempat bersitegang, Kami diajak duduk diwarung teh tidak jauh dari lokasi kejadian, karna kami juga takut hal yang tidak di inginkan terjadi, maka saya diajak untuk berunding oleh mereka, dan membicarakannya baik-baik. tapi pak Idris tidak mau, dan bersikeras mengajak saya pulang, tapi kami dijegat dan tidak diperbolehkan pulang oleh mereka, terus kami di ajak ke Kantor BFI, sesampai disana, kami di beri dokumen untuk kami tanda tangani. yaa.., saya tidak mau menandatanganinya, karena saya tau mereka mau menjebak kami." Ucap Genjo. Selain itu, Genjo dan juga Idris telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Bukit Raya, untuk segera di Proses. Namun Polsek Bukit Raya menolak Karena Pelapor harus pemilik mobil langsung. "iya, Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Bukit Raya, tapi Laporan kami tidak diterima, dengan alasan, yang melapor harus orang yang punya mobil." Tutup Genjo. (Arya/heri)

Komentar Via Facebook :