Kerap Bocor Saat Dirazia, Penambang Emas Ilegal Di Sungai Kelawaran Inhu Tak Terkendali

Kerap Bocor Saat Dirazia, Penambang Emas Ilegal Di Sungai Kelawaran Inhu Tak Terkendali

Pendangkalan sungai Kelewaran di Desa Pesagian, Kabuopaten Inhu akibat maraknya penambangn emas ilegal

CYBER88 | Inhu - Dari hasil pantauan aktifis lingkungan di Sungai Kelawaran Desa Pesagian, Kecamatan Batang Pranap, Indragiri Hulu (Inhu) nyaris hilang karena pendangkalan akibat penambangan emas ilegal dihulu sungai, menurut akstifis lingkungan penambangan ini seperti tak terkendali oleh aparat penegak hukum.

“Selain pendangkalan sungai karena abrasi juga habitat dan ikan endemik di sungai Kelawaran sudah hilang,” kata Aktivis lingkungan Tommy Freddy Manungkalit saat dilokasi penambangan ilegal tersebut pada Selasa (19/12/23).

“Pendangkalan sungai diperparah karena penambang emas ilegal ini yang  memompa tanah masuk sungai dari tebing-tebing disepanjang hulu sungai,” ulasnya.

Dalam pantauan aktifis yang didampingi Ketua DPD LSM Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Gempur) Hasanul Arifin, saat turun langsung melihat lokasi tambang yang DAS sudah rusak parah, dimana hampir diseluruh lokasi tambang ilegal ini terdapat bekas galian yang diduga penuh dengan limbah mercuri dari aksip enambanga emas ilegal atau PETI.

“Tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan semakin parah karena akan berdampak kepada lingkungan disekitar lokasi tambang dan aliran sungai, ini sudah bertentangan aturan dan undang-undang lingkungan hidup apalagi lokasi itu banyak berlobang dan penuh limbah beracun, tentunya tanaman disepanjang sungai tak mau tumbuh dan dapat dipastikan ekosistim dilokasi itu tidak akan dapat hidup dan berkembang,” kata Arief.

Arief sangat menyayangkan penambangan ilegal ini tak tersentuh hukum, sementara pelaku penambang dilokasi itu bukan rahasia lagi, “pelakunya kalau ditanya warga dilokasi itu sudah tahu namanya dan penambang ilegal itu diduga dibeking oleh orang yang bernama Darlis dan Buyung,” kata Arief.

Kemudian menjadi aneh kata Arif setiap tim turun untuk melakukan razia atau ada aktifis yang melakukan investigasi puluhan penambang ini tiba-tiba menghilang, “kita harap Ditreskrimsus Polda Riau kalau merlakukan razia  jangan menghubungi siapapun? di Inhu. Karena pasti akan bocor. kalau tidak orang dalam membocorkan siapa lagi,” katanya.**

Komentar Via Facebook :