PA GMNI Jakarta Raya Angkat Isu Fundalisme di Jantung Ibukota Jelang Konferda

PA GMNI Jakarta Raya Angkat Isu Fundalisme di Jantung Ibukota Jelang Konferda

CYBER88, Jakarta - Diskusi publik yang digelar oleh pengurus Dewan Pengurus Daerah Persatuan Alumni GMNI Jakarta Raya kali ini berjudul “Antisipasi ancaman fundamentalisme di Jantung Ibukota” di Kantor sekertariat DPP GMNI Cikini Raya, Jakarta (7/12/2019). Dalam sambutannya Dwi Rio Sambodo selaku sebagai Ketua PA GMNI Jakarta Raya menyampaikan, bahwa dalam kegiatan seminar tersebut sekaligus sebagai pembuka untuk pelaksanaan konsolidasi organisasi persatuan alumni GMNI Jakarta Raya “Kita meyakini bahwa apapun yang akan kita usung dan yang pasti tujuan perjuangan yang kita usung tak akan tersampaikan, tak akan tercapai tanpa kita membangun kekuatan, menyusun kekuatan, dan menghimpun kekuatan dan semua tak lain ditentukan oleh alat perjuangannya yaitu organisasi,” ujarnya. Rio yang menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta juga menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada siang ini bukanlah tema yang latah-latahan, bukan tema asal-asalan, bukan tema yang muncul kemudian tanpa ada latar belakangnya, tema pada kesempatan pada hari ini adalah bagian dari pergulatan-pergulatan, bagian dari pemikiran dan kondisi material yang ada ditengah-tengah masyarakat. Hadir Juga beberapa pembicara antara lain Andy Prasetyo mewakili BNPT, Dr. Mulawarman (Sekertaris PWNU DKI Jakarta), Ir. R. Haidar Alwi (Aktivis Anti Radikalisme), Dr. Andre Notomijoyo, M.SM. (DPD PA GMNI Jakarta raya), Juga hadir Wakil ketua MPR RI sekaligus Ketua umum Persatuan Alumni GMNI, Dr. H. Ahmad Bassarah. Pada saat yang sama, Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI yang juga wakil ketua MPR RI, Ahmad Bassarah, dalam sambutannya mengkritik tema tema diskusi yang diangkat “Antisipasi Ancaman Fundamentalisme di Jantung Ibukota”, menurutnya ancaman tidak lagi hanya fundamentalisme tetapi sudah menjadi ekstrimisme. Ada golongan-golongan tertentu yang menjadikan nilai-nilai agama untuk merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang telah menjandi consensus berbangsa dan bernegara sejak sejak republik ini berdiri. “Ancaman fundamentalisme, radikalisme yang saya sebut ekstrimisme bukan lagi ancaman melainkan ini sudah menjadi manifest dan Action” tambah bassarah. [Rachmat]

Komentar Via Facebook :