Orang Tua Siswa MTs Wijaya Surya Pertanyakan Penggunaan Donasi Infaq, Begini Jawaban Pihak Sekolah
CYBER88 | Majalengka - Saat ini, banyak sekolah sekolah yang menampung donasi dari infaq yang biasanya ada di tempat ibadah. Tujuannya, melatih siswa untuk bersedekah dengan menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan yang diberikan oleh orang tua. Asalkan tidak dikoordinir dan dikondisikan infaq itu boleh saja selama sukarela
Namun sayangnya, infaq yang sifatnya sukarela dan tidak ditentukan besarannya, beberapa pihak menilai kalau infaq terkesan kedok dalam melakukan pungutan. Pasalnya, infaq itu diwajibkan dan nominalnya pun telah ditentukan.
Bagi orang tua siswa yang ekonominya mapan, infaq itu mungkin tidak memberatkan. Akan tetapi, bagi yang hidupnya pas-pasan, pungutan sebesar Rp.2.000 sehari atau Rp 60 ribu perbulan, tentu saja terasa berat.
Seperti diungkapkan salah satu wali murid di MTs Wijaya Surya yang berada di Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada Cyber88.co.id, Selasa (20/8).
Ia mengatakan, Setiap hari anaknya harus membayar Infaq sebesar Rp.2000 meski tak mengetahui untuk apa hasil infaq yang telah dikumpulkan sudah lama itu. Oleh karenanya, orang tua wali yang tak mau disebut namanya itu berharap ada keterbukaan dari pihak sekolah.
“Setiap hari, anak saya harus bayar infaq sebesar Rp.2.000 namun, Keadaan bangunan sekolah ko begitu-gitu saja tidak ada perubahannya? Saya heran dikemanakan itu uang infaq itu? “Cetusnya.
Ditemui di MTs Wijaya Surya, pihak sekolah membantah kalau pihaknya tidak menyampaikan hasil donasi infaq pada orang tua wali. Pihak sekolah pun membantak kalau infaq nilainya ditentukan.
“Kalau untuk infaq dari siswa semuanya ada laporan dan keterangannya serta selalu dirapatkan dengan orang tua siswa. Hasil dan peruntukannya, selalu disampaikan,” Ucap Tina salah satu guru yang mengajar bahasa Arab.
“Itu bisa ditanyakan ke orang tua siswa. Bahkan di setiap semester selalu ada laporan-laporannya juga. Catatannya juga ada,” Imbuh Tina menandaskan.
Tina pun menjelaskan, tiap pemasukan dan pengeluaran dari hasil yang terkumpul telah disampaikan secara terbuka kepada orang tua siswa, baik 100 rupiah, 200 rupiah, 2000 ribu.
“Semuanya dicatatkan seperti itu. Bisa ditanyakan kepada orang tua siswa. " Ucap nya.
Evi, oparator sekolah menambahkan nahwa infaq tersebut digunakan untuk kegiatan anak-anak di sekolah. Sebab, dana BOS kurang.
“Uang infak tersebut kami pergunakan untuk kegiatan anak-anak di sekolah, soalnya kalau dari dana BOS itu kurang. Harus kegiatan inilah… itulah… jadi, pakai uang infak dari siswa". Ungkapnya.
Sementara itu, Ate, Kepala Sekolah MTs Wijaya Surya, lantaran tak ada di kantor, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, hanya menjawab " Maaf Saya Sedang Sakit”. ( Tatang)


Komentar Via Facebook :