Untuk Menekan Risiko Drop Out, BKKBN Jabar Bersama DP3PA2KB Kota Cimahi Sosialisasikan Penggunaan KB MKJP

Untuk Menekan Risiko Drop Out, BKKBN Jabar Bersama DP3PA2KB Kota Cimahi Sosialisasikan Penggunaan KB MKJP

CYBER88 | CIMAHI – Memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia 2024 pada 26 September dengan tema "Pilih Bijak, Pilih Kontrasepsi", Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat mengintensifkan sosialisasi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). 

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pendidikan tentang pilihan kontrasepsi serta mengurangi angka drop out pengguna dan mendukung pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, Fitriani Manan, mengungkapkan bahwa MKJP seperti IUD dan Implan menawarkan kepraktisan dan efektivitas dalam merencanakan jarak kehamilan. 

“Dengan MKJP, keluarga dapat mengontrol pengasuhan anak lebih baik dan menekan risiko stunting,” ujarnya.

Fitriani juga merekomendasikan MKJP untuk pasangan usia subur di bawah 35 tahun, sementara untuk wanita di atas usia tersebut, metode seperti sterilisasi atau Metode Operasi Wanita (MOW) lebih disarankan karena risiko kehamilan yang lebih tinggi.

Kepala BKKBN Jabar, Fajar Supriadi, menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki target akseptor KB terbesar di Indonesia, yakni 99 ribu orang. Saat ini, 72% dari target tersebut telah tercapai. 

“Kami berharap target ini dapat tercapai dalam waktu dekat,” kata Fajar saat ditemui di Klinik Siliwangi pada Hari Kontrasepsi Sedunia.

Fajar menambahkan bahwa MKJP memberikan keuntungan dengan masa penggunaan yang lebih panjang dibandingkan metode lain yang memerlukan penggunaan rutin, seperti pil KB. 

“MKJP mengurangi risiko drop out karena masa penggunaannya yang lebih lama,” tutupnya.

Komentar Via Facebook :