Masyarakat Desa Cibogor Menyoal Pekerjaan Pembangunan Prasaana Olahraga Milik Desa yang Dinilai Tidak Transparan dan Diduga Terjadi Mark Up
CYBER88 | Majalengka - Pemerintah Pusat mengelontorkan anggaran Dana Desa kepada seluruh pelosok Nusantara tidak lain untuk kesejahteraan Masyarakat Desa, baik melalui insfratruktur maupun pemberdayaan.
Namun dalam perealisasian banyak desa yang dinilai kurang transparan kepada masyarakat atau publik, bahkan terkesan privasi. Padahal uang tersebut adalah uang Negara yang patut kita ketahui dan diawasi bersama - sama.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Cibogor Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka Jawa Barat, dimana realisasi dana desa dinilai tidak transparan oleh masyarakat. Salah satunya, dana desa tahap kedua yang dialokasikan untuk pelaksanaan Pembangunan Rehabilitasi/ Peningkatan Sarana dan Prasana Kepemudaan dan Olah Raga Milik Desa.
Sejumlah masyarakat pun menduga dalam pembangunan sarana olahraga yang menelan dana cukup besar itu terjadi Mark Up anggaran. Hal itu pun sontak menjadi perbincangan di kalangan sejumlah masyarakat.
Salah satu warga Desa Cibogor mengatakan bahwa dalam merealisasikan Dana Desa ditahanpan ke 2 tahun 2024 untuk pembangunan Sarana dan Prasana Lapangan Bola tersebut diduga terjadi Mark Up.
Warga yang tak mau disebut namanya itu menyebutkan, seprti dalam pengurugan tanah semestinya di RAB 700 Ritase atau 700 Dam truk, namun yang dia ketahui hanya menghabiskan 200 Dam truk ditambah dengan pasir merah dengan ketebalan hanya 20 cm.
“Itupun dalam pelaksanaannya pekerjaannya dikerjakan oleh kepihak tiga atau diborongkan,” Ungkapnya, pada Cyber888.co.id, Jum’at (21/2/2025)
Sementara itu, Riky, Kepala Desa Cibogor, saat dikoinfirmasi terkait pernyataan sejumlah warga via WhatsApp, menampik kalau informasi itu salah semua karena tidakk diborongkan.
Kepala Desa itu pun malah mempertanyakan kenapa Wartawan mempertanyakan itu karena menurutnya itu adalah kewenangan pihak inspektorat. Padahal, apa yang dipertanyakan untuk memenuhi kode etik jurnalistik supaya pemberitaan berimbang.
Anehnya lagi, saat ditanya berapa angaran yang direalisasikan, Kades bernama Riky itu mengaku lupa. Padahal, masyarakat sudah mengetahui berapa anggaran yang direalisasikan yakni sebesar Rp.203.185.000. Hal itu tentunya makin memperkuat dugaan ada ketidak beresan.
“Maaf saya lupa lagi pak dan nanti saya akan jawab,” Ucapnya. (Tatang)


Komentar Via Facebook :